Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Kelenteng Tek Seng Bio di Jalan KH. Fudholi, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Berdasarkan pantauan pada Minggu (15/2/2026) sore, nuansa merah khas Imlek mulai memenuhi sejak awal masuk ke lokasi kelenteng.
Semakin masuk dalam ratusan lampion terpasang di teras hingga halaman depan, menandai persiapan menuju perayaan yang jatuh pada Selasa (17/2/2026).
Sejumlah bagian kelenteng juga nampak cerah berwarna merah yang belum lama dicat.
Selain itu, sebanyak 13 altar di lokasi itu yang sudah terlihat bersih dan tertata rapi.
Selain dekorasi, umat juga telah mulai memberikan persembahan berupa makanan yang akan digunakan dalam sembahyang. Makanan ini terdiri dari berbagai jenis, seperti buah-buahan, dodol, dan kue khas Imlek lainnya.
Bioking Kelenteng Tek Seng Bio, Suhenri mengatakan, persiapan bersih-bersih kelenteng dilakukan sejak Kamis (12/2/2026).
Adapun pembersihan patung-patung dewa atau Kimsin dilakukan pada Jumat (13/2/2026).
"Bagian kelenteng yang sudah kusam juga dicat ulang berwarna merah. Terus dupa tempat abu dibersihkan," katanya saat ditemui pada Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, tradisi bersih-bersih bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan memiliki makna mendalam bagi umat sebagai bentuk penghormatan serta persiapan hati memasuki Tahun Baru yang diharapkan membawa keberuntungan dan keharmonisan.
Ia menjelaskan, kelentang ini dibangun pada 1825. Ada 13 dewa/kongco yang terdapat di klenteng ini.
Pertama Tian Ti Kong yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga pada altar ini tidak terdapat patung dikarenakan Tuhan.
Kemudian, Lim Tay Sukong (Dewa Rezeki), To Toe Kong (Dewa Bumi), Twan Te Kun (Panglima Perang), Tjauw Koen Kong (Dewa Dapur), Kwan Tee Koen, Tay Sue Ya, Ear Lang Sen, Tri Nabi, Kwan Bho Sat atau Dewi Kwan Im, dan Lie Lo Sin.
"Nanti ramai datang untuk ibadah mulai besok malam Senin (16/2/2026) atau malam tahun baru imlek," kata dia. (MAZ)