BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Siring di pesisir Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), rusak parah.
Struktur penahan ombak yang berada di lingkungan RT 10 Dusun 3 itu kini nyaris tak lagi menyisakan fungsi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, siring sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut telah hancur berkeping-keping. Material yang tampak hanya tumpukan bebatuan.
Di tiga titik masih berdiri tiang-tiang siring, namun kondisinya sudah tidak utuh dan tak lagi memberikan perlindungan berarti terhadap hempasan gelombang laut.
Kalangan warga setempat, Senin (16/2/2026), menyebut siring itu dibangun pemerintah daerah pada 2010 silam.
Baca juga: Pencarian Nelayan Kualatambangan yang Hilang Hingga ke Tanjungsikat Tanahlaut, Keluarga Ikhlas
Baca juga: Pemicu Penikaman Hingga Tewas di Jembatan Kembar Banjarmasin Diungkap Warga, Pelaku dan Korban Teman
Selama sekitar lima tahun pertama, bangunan tersebut berfungsi dengan baik menahan abrasi. Namun, setelah itu mulai mengalami kerusakan akibat terjangan gelombang besar yang kerap menghantam kawasan pesisir Takisung.
Kerusakan terus bertambah hingga kini hampir seluruh badan siring hilang.
Seruni, warga RT 7 Desa Takisung, berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan.
Ia menilai pembangunan kembali siring dengan konstruksi serupa akan kembali rentan rusak.
“Harapannya bisa diganti dengan breakwater atau pemecah gelombang. Itu dinilai lebih kuat dan lebih aman untuk menahan ombak besar,” ujarnya.
Warga berharap penanganan dilakukan secepatnya mengingat kawasan tersebut berada di wilayah permukiman dan berpotensi terdampak abrasi lebih lanjut jika tidak segera diperkuat dengan struktur pelindung yang lebih kokoh.
Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Tala H Syakhril Hadrianadi mengatakan pengamanan permukiman di kawasan pesisir akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)