Razia Tunawisma jelang Ramadhan di Bandung, 75 Persen yang Terjaring Ternyata Warga Luar Kota
Ravianto February 16, 2026 10:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mulai memperketat pengawasan ruang publik menjelang bulan suci Ramadan 2026.

Dalam operasi senyap yang dilakukan tim gabungan pada Sabtu (14/2/2026) dini hari, sebanyak 79 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) berhasil diamankan dari sejumlah titik strategis di jantung kota.

Penyisiran dilakukan oleh dua regu yang bergerak mulai pukul 02.30 WIB, menyisir kawasan Simpang Lima, Jalan Suniaraja, Jalan Asia Afrika, hingga area Masjid Raya Bandung.

Data dan Profil PPKS yang Terjaring

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, merinci bahwa dari puluhan orang yang terjaring, mayoritas bukan merupakan penduduk asli Kota Bandung.

"Sebagian besar berasal dari luar Kota Bandung, persentasenya mencapai 75 persen. Hingga pagi hari, sebanyak 77 orang telah difasilitasi untuk dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing melalui koordinasi dengan Dinsos Provinsi Jabar," ungkap Yorisa, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Jelang Ramadhan, Tunawisma yang Tempati Fasilitas Publik di Bandung Jadi Sasaran Razia

Berikut adalah rincian data PPKS yang diamankan dalam operasi tersebut:

Komitmen Wali Kota: Ruang Publik Bukan Ruang Pribadi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa razia ini akan terus dilakukan secara rutin.

Hal ini merespons keluhan masyarakat terkait okupasi fasilitas publik seperti taman, trotoar, dan bangunan kosong yang dijadikan tempat tinggal sementara oleh para tunawisma.

"Kami memastikan ruang-ruang publik Kota Bandung tidak diokupasi menjadi ruang pribadi. Operasi ini akan terus berjalan karena kami tidak ingin Bandung menjadi kota yang membuat para homeless betah menetap di jalanan," tegas Farhan di Bandara Husein Sastranegara.

Pendekatan "Dibina, Bukan Dibinasakan"

Meski tindakan tegas diambil, Farhan menjamin bahwa Pemkot Bandung tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.

PPKS yang terjaring tidak dilepaskan begitu saja, melainkan melalui proses identifikasi dan rehabilitasi.

"Semuanya kita bina, bukan dibinasakan. Dimasukkan ke rumah penampungan (Rancacili), diperiksa biometriknya oleh Disdukcapil bagi yang tanpa identitas, baru kemudian dipulangkan ke kampung halaman," tambahnya.

Operasi ini melibatkan tim lintas sektor, mulai dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, DP3A, hingga unsur KPAD untuk memastikan penanganan anak terlantar dan balita dilakukan sesuai prosedur perlindungan anak.

Target Lokasi Patroli Rutin

Ke depan, Dinsos dan Satpol PP akan memberikan atensi khusus pada titik-titik rawan yang kerap dijadikan pangkalan PPKS menjelang Ramadan, antara lain:

  1. Kawasan Masjid Agung & Jalan Asia Afrika
  2. Jalan Sudirman & Pasar Baru
  3. Simpang Lima & Jalan Tamblong
  4. Stasiun Timur & Jalan Suniaraja
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.