Sumedang Siaga Cuaca Ekstrem, Bupati Dony: Hujan Lebat di Daerah Rawan Longsor, Mengungsi Dulu
Ravianto February 16, 2026 10:24 AM

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah, sekaligus menjaga kesiapan diri menghadapi dinamika ekonomi menjelang Ramadan.

Menurut Dony, langkah pertama yang harus dilakukan masyarakat adalah menjaga keselamatan diri dan memperhatikan informasi resmi dari pemerintah.

“Ya pertama, jaga diri kita, tambah waspada kepada kondisi cuaca ekstrem ini,” ujar Dony kepada Tribun Jabar.id, Senin (16/2/2026). 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus merilis prakiraan cuaca dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara harian hingga ke tingkat desa. 

Informasi tersebut diharapkan dapat diteruskan secara berjenjang melalui camat dan kepala desa, termasuk disebarluaskan ke grup-grup warga di tingkat RW dan RT.

“Bisa dilihat imbauan dari BMKG, imbauan dari BPBD Sumedang, tiap hari kami merilis prakiraan cuaca sampai ke tingkat desa. Harapannya disebar lewat camat, kades masuk ke grup RW/RT,” katanya.

Baca juga: Cuaca Tak Menentu Tekan Pariwisata di Kabupaten Bandung, Ancaman Bencana Bikin Wisatawan Ogah

Selain itu, pemerintah juga mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tidak memaksakan diri bertahan di rumah saat hujan deras mengguyur.

“Ditambah imbauan kalau hujan lebat yang di daerah potensi longsor, saat ini hujan lebat, silakan mengungsi dulu,” ucap Dony.

Tekanan Ekonomi dan Persiapan Ramadan

BUPATI sumedang dony ahmad munir sugiono
BUPATI SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Sekjen Gerindra, Sugiono, Jumat (13/2/2026) malam.

Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Dony juga menyinggung tantangan ekonomi yang dirasakan masyarakat menjelang Ramadan. Ia mengajak warga menyambut bulan suci dengan kesiapan mental dan kesederhanaan.

“Persiapan Ramadan ini, untuk menata hati, meluruskan niat, persiapkan diri sebaik-baiknya, dan kondisi ekonomi yang ada bisa lebih sederhana lagi dalam menjalankannya,” tuturnya.

Terkait potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Pemkab Sumedang memastikan pengawasan dilakukan setiap hari.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) disebut aktif turun langsung ke pasar untuk memantau pergerakan harga.

“Soal lonjakan harga jelang Ramadan kami tiap hari sudah ada aplikasinya, tim pengendali inflasi terjun langsung ke pasar-pasar,” ujar Dony.

Pemkab Sumedang berharap kombinasi kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan pengendalian ekonomi daerah dapat menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat, sehingga warga dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.