TRIBUNNEWS.COM - Meski musim 2025/2026 belum berakhir, sejumlah tim Liga Voli Putri Korea sudah melakukan persiapan untuk mengarungi kompetisi 2026/2027. Opsi tim baru Megawati di Liga Voli Korea berkurang
Satu di antara langkah "sat-set" tim ialah memastikan pemain asing Asia mereka menyusul perubahan aturan dalam proses perekrutan pemain.
Federasi bola voli Korea Salatan (KOVO) telah memutuskan bahwa perekrutan pemain asing Asia untuk liga mengalami perubahan, dari yang semula melalui draft, menjadi bebas transfer.
Artinya, sistem lama melalui jalur pendaftaran dan seleksi resmi dihapus. KOVO mempersilahkan tim-tim Liga Voli Korea mendatangkan pemain sesuai dengan kebutuhan pelatih.
Namun ada batasan yang diberikan KOVO, terutama soal gaji. Dalam laporan SBS News, KOVO merinci batasan gaji untuk pemain asing Asia di Liga Voli Korea musim 2026/2027.
Untuk pemain asing Asia sektor putri, yang baru menjalani musim pertama di Negeri Ginseng, mereka mendapatkan gaji $120.000 atau sekitar Rp2 miliar. Sementara untuk yang sudah menjalani musim kedua dan selanjutnya mendapatkan gaji $150.000 (Rp2,5 miliar).
Sedangkan sektor putra secara nominal lebih sedikit, yakni Rp1,6 miliar di tahun pertama, dan Rp2 miliar untuk musim kedua dan seterusnya.
Tegasnya, KOVO juga membuat sanksi berat kepada setiap tim yang tidak mematuhi batasan gaji pemain asing. Sebab, tidak dipungkiri beberapa klub memiliki kekuatan finansial di atas tim-tim lain.
Sehingga ada potensi mereka untuk memberikan panawaran gaji di atas dari jumlah yang sudah ditentukan.
Kini, beberapa tim sudah melakukan pergerakan untuk perekrutan pamain asing Asianya. Pertama ialah Korea Expressway Hi-Pass.
Hi-Pass berusaha untuk mempertahankan pevoli asal Thailand, Thanacha Sooksod. Disampaikan internal klub, penggawa timnas voli putri Thailand ini coba diperpanjang kontraknya hingga musim depan.
"Kami berharap Thanacha akan terus bermain musim depan. Karena Thanacha menyukai tim kami, kami mengharapkan hasil yang baik," tegasnya dikutip dari laman Naver.
Baca juga: Timnas Voli Putri Indonesia Ikut AVC 2026, Megawati Bisa Lawan Mantan Rekan Setim di Red Sparks
Jika bertahan, Liga Voli Korea 2026/2027 akan jadi musim keempat bagi Thanacha di Negeri Ginseng.
Selama empat musim di Liga Voli Korea, Thanacha manariknya hanya memperkuat satu klub saja, yakni Hi-Pass.
Tim kedua yang sudah menentukan pemain asing Asia yang direkrut untuk musim 2026/2027 adalah AI Pepper Savings Bank.
AI Pepper Savings Bank berencana untuk memperpanjang kontrak pemain asing Asianya, Haruyo Shimamura, yang berasal dari Jepang.
Haruyo Shimamura bergabung ke AI Pepper sejatinya sebagai pengganti. Klub yang identik dengan warna merah tersebut semula mengontrak hitter asal Australia, Stefanie Weiler.
Namun cedera parah yang dialami, membuat klub memutus kontrak dan memilih mendatangkan Shimamura.
Menukil dari sumber yang sama, sorotan tertuju kepada Megawati Hangestri Pertiwi. Nama Megatron masih dikaitkan erat dengan Daejeon JungKwanJang Red Sparks yang musim lalu dibawanya sampai ke laga final.
Kehilangan Megawati sangat terasa di tim besutan Ko Hee-jin. Bahkan mereka harus berada di posisi juru kunci klasemen, serta menelan 10 kekalahan berturut baru-baru ini.
Pevoli asal Jember, Jawa Timur tersebut masih menjadi komoditi panas untuk jendela transfer pemain asing Asia musim depan.
Di musim 2023/2024, Megawati mencapai 736 poin untuk Red Sparks. Performa Megatron menanjak di tahun keduanya bersama Red Sparks dengan gelontoran 802 poin.
Kondisi ini memunculkan kabar bahwa tidak hanya Red Sparks yang berpeluang untuk memulangkan Megawati ke Liga Voli Korea.
"Pertanyaannya, tim mana yang akan merekrut Megawati di musim depan, setelah musim lalu membawa Red Sparks sampai ke final," tulis SBS News.
Praktis kini hanya lima tim yang memungkinkan untuk merekrut Megawati. Selain Red Sparks, ada Pink Spiders, GS Caltex, Hyundai Hillstate, dan IBK Altos.
(Tribunnews.com/Giri)