Dentum Meriam di Laut Babel, TNI AL Latihan dan Pamerkan Sitaan Timah Rp173,6 Miliar
Teddy Malaka February 16, 2026 11:32 AM

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Langit perairan Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026), bergetar oleh dentuman meriam 76 MM dari KRI Raden Eddy Martadinata-331. Di hamparan laut biru yang selama ini dikenal tenang, manuver kapal perang dan deru baling-baling helikopter menciptakan suasana berbeda.

Di tengah gelaran Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali hadir langsung menyaksikan jalannya operasi, didampingi Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E.

Latihan ini bukan sekadar demonstrasi kekuatan tempur, tetapi juga penegasan komitmen menjaga kedaulatan dan kekayaan alam di wilayah perairan strategis tersebut.

Sejumlah unsur kapal perang Republik Indonesia terlibat dalam skenario operasi terpadu.

KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 hingga KRI Pulau Fani-731 membentuk formasi tempur di perairan Babel.

Latihan semakin dramatis ketika prajurit KRI Brawijaya-320 melaksanakan Visit Board Search and Seizure (VBSS), menyergap dan menguasai target kapal dalam simulasi penindakan di laut.

Sementara itu, roket-roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir meluncur dari daratan, menghantam sasaran dalam skenario pertahanan pantai.

Di udara, Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA menyisir cakrawala, sementara pesawat Cassa menerjunkan pasukan tempur.

Dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, drone surveillance hingga drone kamikaze ikut dikerahkan, menandai penggunaan teknologi modern dalam latihan perdana jenis ini.

Pasukan pendarat Korps Marinir kemudian digelar dalam skenario pendaratan amfibi, memperlihatkan koordinasi laut–udara–darat yang terintegrasi.

“Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali dilatihkan.

Kita berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru kita terima seperti drone surveilance maupun drone kamikaze, Pusat Kendali Mobil (Mobile Command). 

Selain latihan, untuk pencegahan penyelundupan timah ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI.

Babel memiliki sumber daya yang sangat kaya, sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain,” ujar Kasal.

Dari Latihan ke Penindakan Nyata

Latopshantai serta peninjauan timah dan Logam Tanah Jarang
KONFERENSI PERS KASAL — KASAL, Laksamana TNI Muhammad Ali saat konferensi pers usai pelaksanaan Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) serta peninjauan timah dan Logam Tanah Jarang (LTJ) hasil sitaan operasi, Minggu (15/2/2026) di kawasan Muara Tengkorak, Sungailiat, Bangka.

Usai latihan, perhatian beralih ke deretan barang bukti yang dipamerkan.

Balok-balok timah tersusun rapi, karung-karung pasir timah dan logam tanah jarang, zircon, ilmenite, hingga monazite, menjadi saksi operasi panjang pengamanan laut.

Barang bukti tersebut merupakan hasil Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL yang bersinergi dengan Satlap Tri Cakti sepanjang 2025 hingga 2026.

Total tangkapan mencapai 496,892 ton timah dan 10.762,117 ton logam tanah jarang.

Nilainya ditaksir mencapai Rp173.644.528.000 atau sekitar Rp173,6 miliar.

Angka itu bukan sekadar statistik. Ia menggambarkan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah, sekaligus ancaman nyata praktik illegal mining dan penyelundupan sumber daya alam di wilayah kaya mineral seperti Bangka Belitung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.