Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Simeulue
SERAMBINEWS.COM, SIMEULUE – Seorang warga Desa Bulu Hadek, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, Jusmitawati (36), tewas diterkam buaya saat mencari kerang di Sungai Luan Boya, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa tragis tersebut menggemparkan masyarakat setempat.
Insiden ini disebut sebagai kejadian pertama serangan buaya yang menimbulkan korban jiwa di wilayah itu.
Camat Teluk Dalam, Andrik Dasandra SSTP, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Serambi, Senin (16/2/2026).
“Benar, kejadiannya kemarin sekitar pukul 11.00 WIB di Desa Bulu Hadek. Korban saat itu sedang mencari kerang bersama dua temannya,” ujar Andrik.
Berdasarkan laporan Kepala Desa Bulu Hadek, korban diketahui memang kerap mencari kerang di kawasan Sungai Luan Boya yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga.
Baca juga: Buaya Serang Ayah dan Anak di Aceh Timur Saat Seberangi Sungai dengan Sampan, Seorang Diterkam
Saat kejadian, korban bersama dua rekannya sedang mencari kerang di sungai tersebut.
Namun, di tengah aktivitas itu, korban tiba-tiba menghilang.
Kedua temannya sempat memanggil dan melakukan pencarian, tetapi tidak mendapat respons.
“Di sungai itu memang diketahui ada buayanya. Karena panik, teman korban langsung berlari ke desa untuk meminta bantuan,” jelasnya.
Informasi tersebut segera menyebar dan membuat warga berbondong-bondong menuju lokasi kejadian. Area pinggiran sungai dipenuhi masyarakat yang berupaya membantu proses pencarian dan evakuasi.
Warga kemudian mendapati korban berada di mulut buaya saat reptil tersebut muncul ke permukaan.
Dalam video yang beredar, korban terlihat masih berada di rahang buaya, membuat warga di lokasi histeris.
Pihak kecamatan juga meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Proses pencarian dan evakuasi melibatkan unsur TNI/Polri serta masyarakat setempat.
“Selama ini di Teluk Dalam belum pernah terjadi kejadian seperti ini,” tambah Andrik.
Warga sempat berupaya mengambil jasad korban dengan menombak buaya tersebut, namun beberapa kali percobaan tidak berhasil.
Setelah upaya berulang, jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi tidak utuh.
“Beberapa bagian tubuh korban tidak utuh dan diduga sudah dimakan buaya. Hingga hari ini, keluarga masih berupaya mencari potongan jasad korban. Sementara buaya tersebut belum berhasil ditangkap,” ungkapnya.
Pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut, guna mencegah munculnya korban baru.
Andrik menambahkan, dalam beberapa hari terakhir warga Desa Lugu Sebahak juga kerap mendapati buaya masuk ke dalam jaring mereka.
“Kami akan bermusyawarah bersama para kepala desa dan APDESI terkait langkah pencegahan. Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi korban,” pungkasnya.(*)