Tanah Tiba-tiba Amblas, Rumah di Karangasem Roboh Tengah Malam, Pasutri Tertimbun
Aloisius H Manggol February 16, 2026 11:34 AM

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sebuah rumah di Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan ambruk tengah malam, Minggu (15/2/2026). 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 Wita itu menyebabkan pemilik rumah sempat tertimbun material bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan bangunan ambruk akibat tanah amblas setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga: JASAD Dimas Terjepit di Truk, Kecelakaan Tragis di Kuta Selatan Renggut Nyawa Anak Rantau

“Berdasarkan assessment awal di lapangan, pondasi dan atap rumah jebol karena tanah di bawahnya amblas. Hujan deras menjadi pemicu utama kejadian ini,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Rumah yang berlokasi di Gang Dahlia 3A, tepatnya di belakang KFC Sudirman Karangasem itu, dihuni oleh Tomi Agus Pratama dan istrinya, Novita Nurpayanti. Saat kejadian, keduanya berada di dalam rumah dan sempat tertimbun reruntuhan bangunan.

Baca juga: Polemik Penonaktifan BPJS PBI, PC KMHDI Denpasar Dukung Walikota: Harusnya Pusat Beri Apresiasi

Beruntung, warga sekitar dengan sigap memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban sebelum petugas tiba di lokasi. Tomi mengalami luka di bagian kepala serta lecet di punggung, tangan, bahu, dan kedua kakinya. Sementara sang istri mengalami luka lecet di bagian punggung.


“Kedua korban sudah dievakuasi ke RSUD Karangasem menggunakan ambulans,” tambah Arimbawa.


Laporan kejadian diterima BPBD pada Senin (16/2/2026) pukul 00.01 Wita dari seorang pegawai DLH Karangasem. Empat personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan assessment awal yang dimulai pukul 00.10 Wita hingga 01.30 Wita.


Penanganan di lokasi turut melibatkan personel Damkar, aparat kepolisian dari Polres Karangasem dan Polsek Kota, ambulans RSUD Karangasem, serta masyarakat setempat.


Akibat kejadian tersebut, bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah dan untuk sementara tidak dapat dihuni. BPBD Kabupaten Karangasem mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan seperti lereng dan bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.


“Curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi. Kami minta masyarakat tetap waspada terhadap potensi tanah longsor maupun tanah amblas,” tegasnya. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.