Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah pedagang umbi-umbian di Pasar Rakyat Gumumae, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengeluhkan kebijakan relokasi lapak yang dinilai belum siap dan berpotensi merugikan pedagang.
Pasalnya, para pedagang diminta untuk segera memindahkan barang dagangan ke lokasi baru di area koperasi, meski pembangunan lapak belum rampung sepenuhnya.
“Katong (Kami) minta pembangunan lapak jadi dulu, baru pindah semua. Tapi dari dinas suruh pindah saja dulu, kasih barang dagang bisa busuk,” ujar Mama Maya, salah satu pedagang kepada TribunAmbon.com, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Senin 16 Ferbuari 2026: Sebagian Wilayah Berawan dan Hujan Ringan
Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 16 Ferbuari 2026: Pagi-Siang Cuaca Berawan, Malam Hujan Ringan
Ia menjelaskan, pihaknya sebenarnya bersedia membantu proses pemindahan, namun membutuhkan waktu karena kondisi lapak baru belum memungkinkan untuk langsung berjualan dalam jangka panjang.
“Kalau mau bantu kerja, mau angkat barang, kami siap, tapi apakah kami bisa langsung berjualan, pasti butuh waktu beberapa lama lagi," jelasnya.
Mama Maya mengaku kecewa karena menurutnya relokasi dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan harian dari hasil jualan.
“Katong ini orang kecil, hidup dari jualan hari ke hari. Kalau dipindah tapi belum bisa jual, katong mau makan apa? Seharusnya dong pikir juga kondisi katong,” ucapnya dengan nada kecewa.
Ia mengkhawatirkan kondisi barang dagangan berupa umbi-umbian yang mudah rusak jika harus dievakuasi dan disimpan terlalu lama tanpa kepastian waktu berjualan.
“Kalau evakuasi barang-barang, berarti barang busuk semua. Ini kan pembangunan panjang, butuh waktu lama,” keluhnya.
Para pedagang berharap ada kebijakan yang lebih manusiawi dengan menunggu pembangunan lapak selesai sebelum relokasi dilakukan secara menyeluruh, agar aktivitas jual beli tidak terhenti dan pedagang tidak mengalami kerugian.(*)