Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat Tridharma di Kelenteng Ban Hing Kiong Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menggelar sembahyang ucapan syukur pada Senin (16/2/2026) pagi atau jelang Imlek.
Sembahyang berlangsung khusyuk.
Kelenteng Ban Hing Kiong berjarak sekira 3 kilometer dari Kantor Wali Kota Manado.
Dari Bandara Sam Ratulangi berjarak sekira 9 kilometer.
Amatan Tribunmanado.com, sembahyang dimulai sekira 9.30 Wita.
Diawali dengan bunyi lonceng kecil, umat Tridharma berbaris di depan altar dan melakukan doa.
Doa dilakukan dengan menyatukan kedua telapak tangan depan dada.
Di lain waktu umat berlutut serta melakukan gerakan bersujud.
Dalam persembahyangan tersebut, umat mengenakan pakaian sembahyang berwarna putih.
Dari Kelenteng, umat bergerak ke rumah abu yang berada tak jauh dari tempat itu.
Di sana mereka melakukan sembahyang leluhur.
Persembahyangan berlangsung tertutup.
Ketua Kelenteng Ban Hing Kiong Jemmy Binsar menyebut, umat menggelar sembahyang ucapan syukur atas perlindungan Tuhan di tahun Imlek 2576.
"Kami diberikan berkah, anugerah, perlindungan, pencaharian serta kesehatan di tahun Imlek 2576," katanya.
Sebut dia, umat dalam doa juga menghaturkan pengharapan agar beroleh berkat di tahun Imlek 2577.
Salah satu harapan adalah kemakmuran negara.
"Agar bisa diberi kesehatan, negara makmur, sandang dan pangan tercukupi," katanya.
Diketahui Kelenteng Ban Hing Kiong adalah Kelenteng tertua di Sulut.
Dipercaya berdiri sejak tahun 1607, bersamaan dengan kedatangan perantau Tionghoa ke Minahasa.
Kelenteng tersebut telah menjadi salah satu pusat kebudayaan di kota Manado.
Kini, menjadi salah objek wisata budaya yang ramai didatangi turis asia Timur. (Art)