Semen Padang Tumbang 3-0 dari Arema FC, Dejan Sesali Peluang Emas yang Terbuang di Babak Pertama
Rezi Azwar February 16, 2026 02:02 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam memaksimalkan sejumlah peluang saat menghadapi Arema FC pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026.

Menurut Dejan, dalam 30 menit awal pertandingan, Kabau Sirah sebenarnya memiliki peluang emas untuk mencetak gol lebih dulu.

“Kalau kita lihat 30 menit babak pertama, kita punya dua peluang bagus sekali. Itu dari sisi kanan, Kiaz satu lawan satu. Tapi pemain Arema berhasil ambil bola,” ujar Dejan Antonic usai laga. 

Ia menilai timnya terlalu banyak menyia-nyiakan kesempatan di awal laga. 

Baca juga: Dejan Antonic Jelaskan Perubahan Skema Saat Semen Padang FC Kalah 0-3 dari Arema

BRI Super League - Pemain Semen Padang FC terlibat duel dengan pemain Arema FC dalam laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/2/2026). Pada pertandingan tersebut, Semen Padang FC harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-3.
BRI Super League - Pemain Semen Padang FC terlibat duel dengan pemain Arema FC dalam laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/2/2026). Pada pertandingan tersebut, Semen Padang FC harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-3. (TribunPadang.com)

Padahal, mencetak gol pertama dinilai sangat krusial untuk mengendalikan jalannya pertandingan.

“Kita harus cetak gol pertama. Harusnya kita bisa masuk gol di babak pertama. Kalau kita tidak bisa manfaatkan peluang, minimal jangan bikin kesalahan yang berbuah gol,” tegasnya.

Menurut Dejan, kegagalan mencetak gol justru membuat beban tim semakin berat. Apalagi setelah kebobolan, situasi pertandingan berubah signifikan.

Ia juga mengakui adanya perbedaan mencolok antara permainan babak pertama dan babak kedua. 

Saat tertinggal, Semen Padang terlalu fokus menyerang untuk menyamakan kedudukan hingga mengabaikan keseimbangan permainan.

Baca juga: Momentum Hilang di Kanjuruhan, Dejan Antonic Akui Semen Padang FC Dihukum Kesalahan Sendiri

“Babak pertama dan kedua beda jauh. Kita terlalu cepat mau cetak gol. Sementara Arema punya beberapa pemain cepat dan kualitas individu yang bagus sekali,” katanya.

Dejan menambahkan, ketika timnya terlalu fokus melihat ke depan untuk mengejar gol, celah di lini belakang justru terbuka dan dimanfaatkan lawan.

“Kita cuma lihat ke depan untuk menyamakan kedudukan. Sepak bola seperti itu. Kalau terlalu fokus menyerang tanpa kontrol, itu bisa berbahaya,” ujarnya.

Meski kecewa dengan hasil dan penyelesaian akhir timnya, Dejan menegaskan evaluasi akan segera dilakukan jelang laga berikutnya melawan Malut FC.

“Ini harus kita perbaiki. Semoga kita bisa lebih bagus lagi saat melawan Malut,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.