Tabiat Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Bandung, Keluarga Korban Singgung Kelainan: Laki Suka Laki
Febriana Nur Insani February 16, 2026 02:06 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Misteri di balik tewasnya ZAAQ (14), siswa SMPN 26 Bandung, akhirnya tersingkap dengan kenyataan yang memilukan. Nyawa remaja tersebut ternyata dihabisi oleh sahabatnya sendiri, YA (16), yang bertindak nekat karena sakit hati setelah pertemanan mereka diputus sepihak. 

Keputusan ZAAQ ogah berteman lagi dengan YA ternyata dilatarbelakangi alasan yang kuat. Keluarga bahkan sampai melarang ZAAQ berkomunikasi maupun bertemu dengan YA.

Hal tersebut dibeberkan paman ZAAQ, Undang Supriatna. Belakangan terkuak perilaku YA kepada ZAAQ yang dinilai keterlaluan. Apa itu?

Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra menerangkan jasad ZA mengalami luka tragis. Mulai dari hantaman di kepala sampai sejumlah tusukan.

"Ada beberapa luka, di bagian kepala akibat robek hantaman benda tumpul dan luka terbuka atau benda tajam di bagian perut kurang lebih ada 8 tusukan," katanya.

Atas hasil penyelidikan, polisi mengarah pada dua orang remaja pria. Mereka adalah YA (16) dan AP (17).

Keduanya ditangkap di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut pada Sabtu (14/2/2026).

"2 pelaku berhasil diamankan daerah Garut, Banyuresmi, YA (16) dan AP (17)," katanya.

Barang Bukti

Saat penangkapan, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Termasuk jaket milik korban yang merupakan hasil pemberian dari YA.

"Ditemukan beberapa barang milik korban pada saat itu, jaket milik korban yang dulunya pemberian dari pelaku kemudian diambil kembali," katanya.

Selain itu ada pula sepatu dan handphone korban yang diambil pelaku. Berdasarkan pengakuannya, YA merasa sakit hati karena ZA sudah tak mau berteman lagi dengannya.

Baca juga: Kesaksian Tim Kreator Horor Temukan Jasad Siswa SMP 26 Bandung: Datang, Langsung Nyium Bau Bangkai

PEMBUNUHAN SISWA SMP - Seorang siswa SMPN 26 Bandung ditemukan tewas di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Ia ternyata dibunuh sahabatnya sendiri, YA.
PEMBUNUHAN SISWA SMP - Seorang siswa SMPN 26 Bandung ditemukan tewas di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Ia ternyata dibunuh sahabatnya sendiri, YA. (dok Polsek Cisarua)

"Ya sakit hati sehingga mengakibatkan sakit hati. Korban ini memberi pernyataan sikap untuk menghentikan pertemanan pada pelaku, sehingga pelaku sakit hati," katanya.

Tindakan sadis YA terhadap ZA rupanya bukan kali ini saja terjadi. Paman korban, Undang Supriatna mengungkap tahun lalu ZA pernah dipukul oleh YA.

"Sebenarnya pernah dulu hampir setahun pernah ketemuan sama keluarga, dulu pernah terjadi pemukulan pelaku terhadap korban. Yang dipukul matanya. Sampai ngumpul di rumah ini dimusyawarahkan keluarga sana juga hadir sama RTnya," katanya.

Saat itu ZA masih kelas 6 SD di Garut, satu sekolah dengan YA. Namun Undang menganggap bahwa ZA dan YA bukan sebagai teman.

Dari cerita ZA, ia sering kali dibully YA.

"Sebetulnya kedekatannya dianggap teman juga bukan teman, karena yang saya dengar dari cucu saya sering dipalakin, kan satu sekolah. Kedekatannya bukan sebagai teman, tapi kayak dibully lah," katanya.

Keluarga ZA bahkan sudah mengultimatum YA untuk tidak lagi menemui.

Baca juga: Siswa SMP di Bandung Dibunuh Sahabat, Keluarga Ternyata Sudah Larang Berteman: Secara Akhlak Bahaya

PEMBUNUHAN SISWA SMP - Kolase foto Polres Cimahi dan foto almarhum korban. Siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ yang tewas mengenaskan ternyata dibunuh sahabatnya sendiri, YA. (Istimewa/TribunJabar.id | Instagram)

"Dulu udah langsung sama orang tuanya, kita komunikasi. Malah kita intruksikan jangan sampai pelaku ini menghubungi atau mendatangi atau ketemu sama korban, kita udah kasih ketegasan sama pelaku," katanya.

Atas kejadian itulah keluarga memutuskan untuk memindahkan ZA dari Garut ke Bandung.

"Makanya kita pindahkan ke Bandung untuk menghindari dari pelaku," katanya.

Upaya tersebut juga atas pertimbangan kelakuan YA yang diduga mengalami penyimpangan seksual.

Informasi yang diterima keluarga ZA, YA merupakan penyuka sesama jenis.

"Diduga dari hasil informasi, pelaku ada kelainan kayak laki-laki suka laki-laki, dari informasi dari guru di sekolah. Makanya kita menghindarkan korban tersebut, tadinya niat sekolah di Garut tapi karena ada kejadian seperti itu makanya kita pindahkan ke Bandung, ke bapaknya," kata Undang.

(TribunTrends.com)(TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.