TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kondisi ruas Jl. Arie Lasut, Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, tepatnya di lorong atau tanjakan Kombos Permai, tampak memprihatinkan.
Aspal jalan terlihat retak dan berlubang di sejumlah titik, bahkan sebagian badan jalan di sisi kanan mengalami ambles hingga membentuk cekungan panjang di tepi selokan.
Pantauan wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro di lokasi, Minggu (15/2/2026) sore sekitar pukul 17.00 Wita kerusakan paling parah terlihat di sisi kanan jalan arah menurun.
Aspal terkelupas dan pecah, menyisakah batu dan tanah yang terbuka.
Di beberapa titik, lubang cukup dalam menganga di tengah badan jalan.
Material aspal yang hancur berserakan, bercampur genangan air dari saluran drainase yang berada persis di pinggir jalan.
Pada bagian tepi, badan jalan yang berbatasan langsung dengan selokan beton tampak longsor dan tergerus.
Retakan memanjang mengikuti alur jalan menurun.
Air dalam drainase terlihat mengalir keruh kehijauan, sementara bibir selokan sebagian sudah tergerus dan menggantung.
Kondisi ini membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus ekstra hati-hati.
Terlihat sejumlah pengendara motor melambat dan memilih mengambil jalur ke tengah saat melintasi titik rusak.
Bahkan, beberapa pengendara harus antre bergantian karena lubang cukup lebar dan berada di tikungan serta tanjakan.
Sebuah mobil kecil warna putih juga terlihat berhenti sejenak, memberi jalan kepada sepeda motor yang mencoba menghindari lubang.
Situasi ini berpotensi memicu kecelakaan, apalagi saat arus kendaraan ramai atau ketika hujan turun dan jalan menjadi licin.
Gabriel (28). pengendara motor yang juga warga setempat saat lewat di lokasi mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.
“Kalau hujan memang bahaya ini kak. Lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Sudah beberapa kali ada motor yang jatuh sini,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan jalan sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan semakin melebar.
Retakan kecil yang awalnya muncul kini berubah menjadi amblesan cukup dalam di pinggir jalan.
“Ini kan tanjakan dan turunan. Banyak anak sekolah dan pekerja lewat sini setiap hari. Kami takut kalau dibiarkan bisa putus jalannya,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah kota segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah.
Selain tambal sulam, warga meminta adanya perbaikan drainase agar air tidak terus menggerus badan jalan.
“Minimal ditambal dulu atau dipasang tanda peringatan supaya orang tahu ada lubang. Jangan tunggu sampai ada korban,” kata warga lainnya.
Diketahui, lorong atau tanjakan Kombos Permai merupakan akses penghubung permukiman warga menuju jalan utama di kawasan Kombos Timur-Wonasa Tengah, Wonasa Kapleng-Singkil-Kairagi.
Setiap hari, jalur ini dilalui kendaraan roda dua, roda empat dan juga kendaraan besar.
Di jalur ini ada banyak gudang-gudang yang kendaraan besar datang mengantar barang ke gudang.
Kombos Permai berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Manado (kawasan Zero point/sekitar Jl. Sam Ratulangi).
Untuk bisa ke pusat kota Manado dari Kombos Permai membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit dengan kendaraan bermotor dalam kondisi lalu lintas normal.
Jika patokannya dari Kantor Wali Kota Manado, jaraknya juga kurang lebih di kisaran 3 kilometer. (Tribun Manado/Indri Panigoro)