BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dentang lonceng dan aroma dupa menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di sejumlah klenteng di Kabupaten Bangka Selatan, Senin (16/2/2026). Di tengah kekhusyukan ibadah umat Konghucu, puluhan personel kepolisian tampak bersiaga. Mereka berupaya memastikan seluruh rangkaian perayaan berlangsung aman dan tertib.
Kapolres Bangka Selatan, Agus Arif Wijayanto mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak 67 personel untuk mengamankan pelaksanaan ibadah Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 tahun 2026. Pengamanan dilakukan di 10 tempat ibadah yang tersebar di Kecamatan Toboali dan Kecamatan Payung. Pengamanan dilakukan guna memastikan umat Konghucu dapat melaksanakan rangkaian ibadah Imlek dengan aman, nyaman, dan khidmat.
“Terdapat 67 orang personel kita kerahkan untuk melakukan pengamanan,” kata Agus kepada Bangkapos.com.
Agus menjelaskan, pengamanan dilaksanakan di 10 klenteng. Dengan rincian sembilan klenteng berada di Kecamatan Toboali dan satu klenteng di Kecamatan Payung. Personel yang diterjunkan berasal dari Polres Bangka Selatan serta didukung oleh Polsek jajaran. Pengamanan telah dimulai sejak pukul 05.00 WIB, bersamaan dengan dimulainya rangkaian ibadah sembahyang pagi.
Setelah itu akan dilanjutkan kembali pada malam hari mulai pukul 22.00 WIB hingga sekitar pukul 00.30 WIB. Adapun klenteng yang melaksanakan ibadah Perayaan Imlek 2577 Tahun 2026 di Kecamatan Toboali meliputi Kelenteng Dewa Sakti, Kelenteng Dewi Sinmu, Kelenteng Lie Fa Fak Kung, Kelenteng Kwan Se Yin, Kelenteng Dewa Abadi, Kelenteng Liu Fa Pak Kung, Kelenteng Kwan Tie Mhiau, Kelenteng 10 Dewa, dan Kelenteng Dewi Abadi.
“Sementara di Kecamatan Payung, ibadah Imlek dipusatkan di Kelenteng Dharma Bhakti yang beralamat di Desa Payung,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, perayaan Tahun Baru Imlek merupakan momentum penting bagi masyarakat Tionghoa. Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama dalam penanggalan Tionghoa dan akan berakhir dengan perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15. Makna perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa adalah sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan agar di tahun yang baru mendapatkan rezeki yang lebih baik.
Selain itu, Imlek juga menjadi sarana untuk menjamu leluhur serta mempererat silaturahmi dengan kerabat dan tetangga. Pada perayaan Imlek tahun ini terdapat peningkatan jumlah umat yang mengikuti ibadah, khususnya di Kecamatan Toboali. Hal tersebut disebabkan banyak warga Bangka Selatan yang berdomisili di luar wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pulang ke kampung halaman. Karena mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan.
“Banyak warga Toboali yang tinggal di luar daerah kembali ke Kabupaten Bangka Selatan untuk mengikuti ibadah Imlek bersama keluarga,” sebutnya.
Selain melakukan pengamanan di lokasi ibadah, aparat kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar kelenteng. Guna mengantisipasi kepadatan kendaraan serta menjaga ketertiban umum. Petugas turut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas dan saling menghormati selama berlangsungnya perayaan.
Pengamanan Imlek 2577 ini menjadi bagian dari komitmen Polres Bangka Selatan dalam memberikan rasa aman bagi seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadahnya. Kapolres berharap, suasana kondusif dan toleran yang terjaga selama perayaan Imlek dapat terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat di Bangka Selatan.
“Kami berharap perayaan Imlek tahun ini membawa berkah, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat, serta memperkuat nilai toleransi antarumat beragama,” ucap Agus. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)