TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pertamina Patra Niaga buka suara soal insiden kecelakaan mobil tangki BBM di Distrik Mariat Gunung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Laka tunggal maut yang menyebabkan dua awak mobil tangki meninggal dunia itu terjadi pada, Sabtu (14/2/2026) siang.
Baca juga: Detik-detik Mobil Tangki Pertamina Terperosok di Mariat Gunung Sorong, Sopir Tewas di Tempat
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Ispiani Abbas mengatakan, awak mobil tangki (AMT) merupakan karyawan PT Alam Indah Utama Mandiri selaku pengelola PT Patra Logistik yang tengah mendistribusi dari Fuel Terminal Sorong menuju lembaga penyalur CV Sepa Jaya.
“Untuk langkah penanganan korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan ditindaklanjuti oleh perusahaan yang menjadi mitra transportir kami,” ujar Ispiani, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Polisi Ungkap Korban Lain dalam Laka Lantas Truk Tangki BBM di Mariat Gunung Sorong
Terkait perlindungan ketenagakerjaan, Ispiani vilang, seluruh data dan administrasi korban termasuk kepesertaan asuransi dan jaminan ketenagakerjaan, berada di bawah tanggung jawab perusahaan tempat korban bekerja.
“Seluruh data korban diurus oleh perusahaan transportir tempat AMT tersebut bekerja, termasuk mekanisme klaim perlindungan yang dimiliki,” jelasnya.
Pascainsiden tersebut, Pertamina Patra Niaga juga memastikan akan mengevaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan serta kelayakan armada mobil tangki yang digunakan dalam distribusi BBM.
“Pihak yang dilibatkan antara lain perusahaan transportir terkait untuk memastikan kondisi kendaraan dan kesiapan AMT dalam menjalankan tugas, serta pihak kepolisian untuk kepentingan investigasi lebih lanjut,” kata Ispiani.
Evaluasi difokuskan pada aspek kelayakan kendaraan dan kondisi fisik serta kompetensi awak mobil tangki, khususnya untuk jalur distribusi ke wilayah Sorong Selatan, Maybrat, dan Tambrauw.
“Semua ini akan dievaluasi bersama pihak mitra transportir,” tegasnya.
Sementara itu, terkait keberlanjutan distribusi BBM pascainsiden, Pertamina Patra Niaga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
“Distribusi BBM sudah menggunakan mobil tangki pengganti pada kesempatan pertama, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” katanya Ispiani.
Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal terjadi di Mariat Gunung, Kilometer 38, Klamono, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 11.10 WIT.
Truk tangki bahan bakar minyak (BBM) bertuliskan Pertamina bernomor polisi PY 8569 AC terguling lalu terperosok keluar jalan.
Peristiwa itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia di tempat kejadian.
Baca juga: DPR Kota Sorong Sidak SPBU Lagi, Terduga Mafia BBM Lari Tunggang Langgang
Kedua korban sopir berinisial R (38) dan penumpang atau helper berinisial MT (21).
Kasatlantas Polres Sorong AKP Jopi Kewilaa mengatakan, truk bermuatan BBM jenis solar sebanyak 5.000 liter itu melaju dari arah Kota Sorong menuju Kabupaten Maybrat.
"Kendaraan diduga melaju kecepatan tinggi, lalu sopir hilang kendali ke arah kiri. Kendaraan masuk ke parit, terguling kemudian menabrak beton pembatas jalan," katanya kepada TribunSorong.com.
Baca juga: Selama Antrean di SPBU Ternyata Stok BBM Aman, Pertamina Perketat Pengawasan
Jopi menambahkan, benturan keras menyebabkan kabin truk ringsek, mengakibatkan sopir dan helper tergencet sehingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas yang mendapatkan laporan selanjutnya menggelar olah tempat TKP serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Dr. J.P Wanane, KM 22, Kabupaten Sorong.
"Ruas jalan di kawasan Mariat Gunung memiliki kontur menurun dan berkelok, sehingga pengendara harus lebih berhati-hati, terutama saat membawa muatan berat," ucap Jopi. (tribunsorong.com/ismail saleh)