Jejak Medsos Pelaku Bunuh Siswa SMP di Kampung Gajah, Perkuat Dugaan Keluarga Soal Asmara Menyimpang
Galuh Palupi February 16, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Keluarga dari siswa SMP inisial ZA yang ditemukan meninggal di bekas wisata Kampung Gajah, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ternyata sudah lama curiga pada pelaku.

Pelaku inisial YA (16) ternyata sudah lama mengenal korban.

Keduanya berteman ketika korban masih sekolah di Garut.

Paman korban, Undang Supriatna mengungkap tahun lalu ZA pernah dipukul oleh YA.

"Sebenarnya pernah dulu hampir setahun pernah ketemuan sama keluarga, dulu pernah terjadi pemukulan pelaku terhadap korban. Yang dipukul matanya. Sampai ngumpul di rumah ini dimusyawarahkan keluarga sana juga hadir sama RTnya," katanya.

MAYAT SISWA SMP - Siswa SMPN 26 Bandung ZAAQ ditemukan tewas setelah hilang sejak 9 Februari 2026. Jasad ditemukan di eks Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat
MAYAT SISWA SMP - Siswa SMPN 26 Bandung ZAAQ ditemukan tewas setelah hilang sejak 9 Februari 2026. Jasad ditemukan di eks Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (Instagram/via TribunBogor)

Saat itu ZA masih kelas 6 SD di Garut, satu sekolah dengan YA.

Baca juga: Tabiat Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Bandung, Keluarga Korban Singgung Kelainan: Laki Suka Laki

Namun Undang menganggap bahwa ZA dan YA bukan sebagai teman.

Sebagi dari cerita ZA, ia sering kali dibully YA.

"Sebetulnya kedekatannya dianggap teman juga bukan teman, karena yang saya dengar dari cucu saya sering dipalakin, kan satu sekolah. Kedekatannya bukan sebagai teman, tapi kayak dibully lah," katanya.

Keluarga ZA bahkan sudah mengultimatum YA untuk tidak lagi menemui.

"Dulu udah langsung sama orang tuanya, kita komunikasi. Malah kita intruksikan jangan sampai pelaku ini menghubungi atau mendatangi atau ketemu sama korban, kita udah kasih ketegasan sama pelaku," katanya.

Atas kejadian itulah keluarga memutuskan untuk memindahkan ZA dari Garut ke Bandung.

"Makanya kita pindahkan ke Bandung untuk menghindari dari pelaku," katanya.

Upaya tersebut juga atas pertimbangan kelakuan YA yang diduga mengalami penyimpangan seksual.

Informasi yang diterima keluarga ZA, YA merupakan penyuka sesama jenis.

"Diduga dari hasil informasi, pelaku ada kelainan kayak laki-laki suka laki-laki, dari informasi dari guru di sekolah. Makanya kita menghindarkan korban tersebut, tadinya niat sekolah di Garut tapi karena ada kejadian seperti itu makanya kita pindahkan ke Bandung, ke bapaknya," kata Undang.

Jejak Medsos Perkuat Dugaan Keluarga

Baca juga: Sahabat Tega Bunuh Siswa SMP di Bandung, Dendam Pertemanan Diputus: Kamu Bahagia tapi Aku Sakit Hati

Dugaan dari keluarga korban ini diperkuat dengan temuan publik soal jejak medsos YA.

PEMBUNUHAN SISWA SMP - Kolase jejak medsos pelaku yang bunuh siswa SMP di Kampung Gajah
PEMBUNUHAN SISWA SMP - Kolase jejak medsos pelaku yang bunuh siswa SMP di Kampung Gajah (TikTok/@zy_yoga23)

YA ternyata kerap menuliskan komentar di unggahan akun lain yang bernada galau.

Dalam berbagai komentarnya itu, YA sering mengungkap rasa rindu pada korban.

"Kangen Ade Zain," tulis pelaku dalam sebuah postingan di TikTok.

YA juga beberapa kali curhat rasa galau karena merasa ditinggalkan oleh korban.

"Zainlah yang selalu buatku nyaman, tapi dia sudah pergi," tulisnya di sebuah komentar.

"Kesalahanku ditinggal ade," tulisnya di lain kesempatan.

Kronologi Pembunuhan

Pada postingannya itu, YA juga menambahkan tagar atau hastag #sahabat.

YA dan AP (17) ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian siswa SMP berinisial ZAAQ (14) atau akrab disapa Zain.

Pada kasus pembunuhan itu, YA berperan sebagai otak pelaku dan eksekutor.

Sementara AP mengamankan TKP termpat Zain dieksekusi pada Senin (9/2/2026).

"AP tahu tujuannya ingin menghabisi korban," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra.

Baca juga: Siswa SMP di Bandung Dibunuh Sahabat, Keluarga Ternyata Sudah Larang Berteman: Secara Akhlak Bahaya

Keduanya berangkat dari Garut ke Bandung dengan menaiki sepeda motor.

Kampung Gajah - Bandung
Kampung Gajah - Bandung (Sonora/ist)

YA bahkan sudah membawa sangkur atau pisau dari Garut yang disimpan di bawah jok motor.

Sesampainya di Bandung, keduanya bertemu dengan Zain di dekat sekolah tempat korban.

YA kemudian mengajak Zain untuk mengobrol di sekitar eks Kampung Gajah.

Namun karena di depan kawasan itu ramai orang, YA lalu mengajak korban untuk masuk ke area dalam.

Keduanya lalu masuk, sementara tersangka AP menunggu di luar.

"Setibanya di lokasi, YA mengajak korban masuk ke dalam, pelaku AP sengaja tunggu di depan, nunggu motor dan lihat lokasi sekitar," jelasnya.

Sebelum masuk ke dalam eks Kampung Gajah, kata Niko, pelaku YA sempat mengambil sangkur atau pisau yang dibawanya dari Garut lalu menyimpan di jaket.

Saat di TKP, keduanya sempat berbincang hingga terjadi cekcok.

Baca juga: Siswa SMP di Bandung Dibunuh Sahabat, Keluarga Ternyata Sudah Larang Berteman: Secara Akhlak Bahaya

Pelaku yang emosi lalu mengambil botol yang ada di TKP lalu memukul kepala korban.

"Setelah dipukul botol, korban masih sadar, pelaku menusuk perut korban," kata Niko lagi.

Setelah melakukan aksinya, pelaku lalu mengambil ponsel dan jaket milik korban.

Ia lalu meninggalkan korban yang saat itu masih dalam kondisi belum meninggal dunia.

YA kemudian kembali ke AP dan mengatakan kalau dirinya sudah selesai membunuh Zain. Keduanya lalu kembali ke Garut.

Jenazah Zain baru ditemukan lima hari kemudian oleh kreator yang sedang membuat konten, pada Jumat (13/2/2026). (Tribun Trends/Tribun Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.