TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah dinamika bulan suci Ramadhan yang identik dengan perubahan pola aktivitas dan konsumsi masyarakat, pemerintah memastikan satu hal penting: program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan berhenti.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas.
Menurutnya, negara tetap hadir menjamin asupan gizi bagi anak-anak sekolah, santri, hingga kelompok rentan, dengan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan selama ibadah puasa.
Zulhas menjelaskan bahwa selama Ramadhan, siswa Muslim yang menjalankan puasa tidak akan menerima makanan siap santap di siang hari.
Sebagai gantinya, paket MBG disiapkan dalam bentuk makanan kering yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka.
Baca juga: Tak Masuk Skema MBG, 1.112 Warga Telantar Gunungkidul Disuplai Makan Gratis
"Jadi nanti kalau makan bergizi, di bulan suci Ramadhan, bagi siswa yang Islam, yang muslim, ya, nanti disediakan makanan kering.
Telur gitu, yang kering, roti, kurma, nanti dibawa pulang," ujar Zulhas usai acara PAN Fest di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Skema ini disebut sebagai bentuk penyesuaian agar tujuan program tetap tercapai tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa para siswa.
Sementara itu, Zulhas menegaskan bahwa bagi siswa nonmuslim, tidak ada perubahan dalam pelaksanaan MBG. Mereka tetap mendapatkan makanan seperti hari-hari biasa.
"Kalau yang tidak Islam, yang non-muslim, dia makan, disediakan makan," ujar dia.
Pemerintah, kata Zulhas, memastikan bahwa perbedaan skema tersebut tetap mengedepankan asas keadilan dan kebutuhan masing-masing kelompok.
Penyesuaian juga diterapkan bagi para santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren. MBG untuk kelompok ini akan diberikan khusus pada waktu berbuka puasa.
"Kalau pondok, diberikannya pada waktu buka. Karena biasanya siang, diberikannya pada waktu buka," ucap Zulhas.
Dengan demikian, santri tetap memperoleh asupan gizi tanpa harus menerima makanan di luar waktu yang sesuai dengan ibadah puasa.
Baca juga: Viral Kelapa Utuh Jadi Menu MBG, BGN: Kelapa Tanpa Kupas Bukan Makanan, Itu Pelanggaran Aturan!
Di sisi lain, Zulhas menegaskan bahwa skema MBG untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak mengalami perubahan sama sekali.
Distribusi tetap berjalan seperti biasa demi menjaga kebutuhan gizi yang bersifat krusial.
"Yang ibu hamil, balita, ibu menyusui, itu tetap tidak ada perubahan. Jadi yang berubah, yang muslim, diberi makanan kering," ucap Zulhas.
Pernyataan Zulhas menegaskan bahwa program MBG tetap menjadi prioritas pemerintah, bahkan di bulan Ramadhan.
Dengan penyesuaian skema ini, pemerintah berharap tujuan utama MBG memastikan kecukupan gizi masyarakat tetap tercapai, seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai ibadah dan keberagaman masyarakat Indonesia.
***
(TribunTrends/Kompas)