TRIBUNMANADO.CO.ID - Tim Delta Resmob Polresta Manado bersama Resmob Polda Sulawesi Utara menangkap pria berinisial J.D. (21).
J.D ditangkap usai diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis panah wayer terhadap anggota Brimob Bripda Daniel Yohanes.
Saat ini pelaku telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Manado untuk menjalani proses hukum.
Polresta Manado adalah singkatan dari Kepolisian Resor Kota Manado, yaitu pelaksana tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah hukum Kota Manado, bertugas menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), penegakan hukum, serta melindungi, mengayomi, dan melayani warga Manado.
Kantor Polresta Manado berada di Jalan Pierre Tendean Boulevard, Wenang Utara, Kota Manado.
Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono mengatakan, peristiwa penyerangan ini terjadi di Kelurahan Sindulang Satu, Lingkungan IV, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Kamis (12/2/2026) dini hari.
Pelaku berinisial J.D. diduga melakukan penganiayaan dengan menggunakan panah wayer terhadap korban yang merupakan anggota Polri.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polresta Manado untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Terhadap pelaku diberikan tindakan tegas terukur sebagai bagian dari penegakan hukum,” ujar Kasat Reskrim dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Manado.com, Senin (16/2/2026).
Mantan Kapolsek Malalayang menjelaskan, pelaku lebih dulu diamankan oleh Tim Resmob Polda Sulawesi Utara sebelum diserahkan ke penyidik Satreskrim Polresta Manado.
Anggota turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku, di antaranya satu buah anak panah wayer, jaket hoodie warna biru navy, kaus warna hijau penutup wajah, celana training warna hijau, dan satu helm warna hitam bertuliskan Honda.
"Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut," tandasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Manado mengimbau masyarakat agar tidak membawa senjata tajam dan tidak melakukan tindakan kekerasan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membawa senjata tajam dan tidak melakukan tindakan melawan hukum. Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban. Mapalus Torang Jaga Manado Aman,” tegasnya.
Dia menambahkan polisi memastikan akan terus melakukan patroli dan penindakan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Manado tetap aman dan kondusif.
Sekadar informasi, beberapa hari ini di Kota Manado, sering terjadi tawuran antar kelompok warga.
Polisi pun tak tinggal diam, anggota dari Polresta Manado dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Elwin Kristanto menyisir sejumlah lokasi yang sering terjadi tawuran.
Patroli rutin dilakukan oleh Reskrim dan Intel Polresta Manado guna mengantisipasi terjadinya tawuran.
AKP Elwin mengungkapkan patroli rutin dilakukan setiap malam oleh anggota Resmob yang piket.
Bahkan dirinya turun langsung untuk mengecek dan melakukan langkah-langkah pencegahan.
Anggota Resmob bahkan kerap berjaga di beberapa lokasi seperti:
Jarak antara kantor Polresta Manado ke Pasar Karombasan adalah 5,8 km atau bisa ditempuh dengan 18 menit menggunakan kendaraan via Jl. Sam Ratulangi.
Sementara jarak Polresta Manado ke Pasar Unyil Singkil 2,3 km atau bisa ditempuh dengan 8 menit naik kendaraan lewat Jl. Walanda Maramis.
"Lokasi ini seringkali terjadi tawuran makannya saya juga turun langsung hingga pagi untuk cek di lokasi bersama beberapa anggota," ujar Elwin saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, Kamis (5/2/2026).
Elwin menjelaskan salah satu lokasi yang paling rawan yaitu pasar Unyil Singkil sehingga banyak anggota yang harus berjaga.
"Seperti dilihat sendiri meksipun ada anggota tetap saja terjadi tawuran, di sini kita butuh kerja sama dengan masyarakat. Kalau ada anak-anak muda yang mulai kumpul-kumpul kami mohon para orang tua langsung bubarkan saja agar tidak ada yang provokasi," ungkapnya.
Kota Manado adalah ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa. Manado terletak di Teluk Manado, dan dikelilingi oleh daerah pegunungan serta pesisir pantainya merupakan tanah reklamasi.
Kota ini memiliki 408.354 penduduk pada Sensus 2010, sehingga menjadikannya kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar.
Jumlah penduduk di Manado diperkirakan (berdasarkan Januari 2014) adalah 430.790 jiwa[10] dan sebanyak 459.409 jiwa pada akhir tahun 2024, dengan kepadatan 2.800 jiwa/km2. (Fer)