TRIBUNMANADO.CO.ID - Malam pergantian Imlek di kampung Cina Manado, provinsi Sulut bakal dimeriahkan dengan kembang api, Senin (16/2/2026) malam.
"Ada pemasangan kembang api," kata Ketua Kelenteng Ban Hin Kiong Manado Jemmy Binsar, Senin (16/2/2026).
Sebut Binsar, pada Senin malam, umat Tridharma di Kelenteng Ban Hing Kiong akan melakukan sembahyang puncak akhir tahun 2576.
Setelah itu, ada ramah tamah.
Baca juga: Jelang Imlek 2026, Klenteng-Klenteng di Kota Manado Mulai Berhias: Ada Pohon Emas
Malam pergantian tahun Imlek di Kampung Cina selalu berlangsung meriah.
Selain kembang api, ada pula pertunjukkan Barongsay serta Liong.
Hal ini menarik perhatian warga. Ratusan orang akan menyemut di Kampung Cina untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
Seorang bocah pria berfoto depan Kelenteng Ban Hing Kiong, Manado, provinsi Sulut, Senin (16/2/2026) pagi.
Ia tersenyum dan tangannya memegang mainan Barongsay.
Sang ibu yang memotret anak itu lantas mengajak sang anak bergeser ke tampat lain.
Disana mereka foto lagi.
Kali ini si ibu dan si anak foto bersama, dipotret seorang pria yang kebetulan lewat disana.
Anak dan ibunya itu adalah turis dari Cina.
Sedang mainan Barongsay itu dibeli dari penjual yang mangkal di sekitar Kelenteng.
Jelang Imlek, turis Cina, Korea Selatan dan Taiwan semakin gencar mendatangi kampung Cina Manado.
Kedatangan mereka pas karena kampung Cina lagi bersolek jelang Imlek.
Lampion terpasang di sana sini.
Di Kelenteng Ban Hing Kiong, ada hiasan kuda beserta pohon berwarna emas dengan buahnya yakni angpao berwarna merah.
Ratusan lampion dipasang di bagian atas Kelenteng.
Pun di Kelenteng Kwan Kong. Berhias indah dengan ratusan lampion yang terlihat cantik.
Kampung Cina berada sekira 3 kilometer dari kantor Walikota Manado.
Dari Bandara Sam Ratulangi berjarak sekira 9 kilometer.
Amatan Tribunmanado, para turis ini tampak memotret situasi kelenteng.
Mereka juga memotret kegiatan sembahyang umat Tridharma di Kelenteng.
Seorang tukang parkir yang dijumpai Tribunmanado menyebut, hampir tiap hari kedatangan bus berisi penuh turis.
"Setiap hari ada lima hingga enam bus berisi penuh turis.," katanya.
Kenny seorang warga sekitar menyatakan, bukan hanya turis Asia Timur yang datang.
Tapi turis Eropa.
"Turis Eropa juga ramai," katanya. Menurut dia, hal tersebut merupakan kabar baik bagi Sulut.
Dimana datangnya turis akan membawa berkah. (Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini