SAR Bantul Siagakan 100 Petugas Amankan Padusan di Pantai Parangtritis
Hari Susmayanti February 16, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Search and Rescue (SAR) Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis-Depok, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menyiapkan lebih dari 100 personel untuk pengamanan tradisi padusan menjelang puasa Ramadan 2026.

Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III, Rodhiva Wahyu Widho Santosa, mengatakan Pantai Parangtritis menjadi salah satu tujuan utama wisatawan untuk melaksanakan tradisi padusan di wilayah Bantul.

Untuk itu, SAR Satlinmas menerjunkan personel yang lebih banyak guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Momen padusan ini memang menjadi salah satu perhatian kami, yang mana sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Momen padusan ini yang datang ke pantai berbondong-bondong, semuanya main air. Nah itu sudah kami siapkan untuk lebih dari 100 personel, mengingat saat ini kita ada beberapa anggota baru," katanya, saat dijumpai di Pantai Parangtritis pada Senin (16/2/2026).

Selain personel yang disiagakan di bibir-bibir pantai, pihaknya juga menyiapkan satu unit jetski dan satu unit perahu jukung untuk mengantisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam momen tersebut.

Tidak hanya itu, para petugas juga menyiapkan papan surfing di sejumlah titik Pantai Parangtritis dan Depok.

"Karena, dalam momen padusan sebelumnya, kita ada dua orang yang terbawa arus balik ke tengah. Itu berhasil kita selamatkan. Momen padusan tahun lalu itu ramai dikunjungi wisatawan, wisatawan lokal. Mereka berbondong-bondong satu keluarga ke pantai dan seringnya pada saat bermain air mereka abai sama aturan yang diarahkan oleh petugas," papar dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, kondisi gelombang pantai pada saat ini tergolong normal dengan ketinggian gelombang sekitar dua sampai tiga meter.

Namun, masih ada beberapa titik rip current yang perlu diwaspadai dan dijauhi oleh pengunjung agar momen padusan berjalan aman tanpa menimbulkan korban laka air. 

Baca juga: Daftar Lokasi Pemantauan Hilal Penentuan Awal Ramadan 2026, Ada 4 Titik di Wilayah DIY

Dari hasil pemetaan saat ini, ada sekitar 15-20 rip current di sepanjang Pantai Parangtritis-Depok.

Kemudian, lokasi yang berpotensi bersinggungan dengan pengunjung atau digunakan oleh pengunjung untuk bermain air maupun melaksanakan padusan sekitar delapan-10 rip current.

Rip current adalah arus laut kuat dan sempit yang bergerak dari tepi pantai menuju ke tengah laut melalui celah di antara gelombang.

Arus ini sering terlihat tenang di permukaan, tetapi dapat menarik perenang menjauh dari pantai dengan cepat.

Rip current biasanya terbentuk karena perbedaan tinggi gelombang dan bentuk dasar laut.

 Jika terjebak, jangan panik atau melawan arus langsung ke pantai. Berenanglah menyamping sejajar garis pantai untuk keluar dari arus, lalu kembali ke daratan secara bertahap.

"Itu terjadi karena memang di Pantai Parangtritis ini kontur bagian bawahnya pasir. Yang mana, pasir sendiri dapat dengan mudah dipindahkan oleh pergerakan air laut. Nah, yang delapan rip current itu berada di depan pintu-pintu masuk pengunjung. Untuk yang dua lainnya memang tidak berada di depan pintu masuk, tetapi apabila pengunjung datangnya berbondong-bondong atau meningkat drastis maka bisa dikunjungi oleh wisatawan," urai dia. 

Di sisi lain, Rodhiva menjelaskan bahwa sampai saat ini rambu berbahaya sangat terbatas.

Papan rambu yang sebelumnya sudah terpasang, banyak yang hilang atau rusak.

Untuk itu, pihaknya akan menempatkan anggota SAR di titik-titik yang ada rip current-nya.

Adapun pengamanan wisatawan yang akan melaksanakan tradisi padusan ini akan dilaksanakan mulai Senin (16/2/2026) dan Selasa (17/2/2026).

Imbauan Kepada Wisatawan

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Rodhiva pun mengimbau kepada para wisatawan untuk tidak bermain air terlalu ke tengah laut serta melaksanakan imbauan dari petugas SAR.

"Untuk teman-teman wisatawan dalam rangka padusan awal puasa Ramadan 2026 ini, agar dapat mengindahkan imbauan yang kami berikan baik melalui media sosial, melalui pengeras suara yang ada di setiap titik pantai, kemudian juga setiap imbauan yang disampaikan oleh anggota-anggota kami yang di tepi pantai," tutupnya.(nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.