4 Orang Tewas di Jalan Raya Pasar Kemis Tangerang, Bupati Maesyal Klaim Jalan Rusak Sudah Diperbaiki
Ahmad Tajudin February 16, 2026 03:59 PM

 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG – Empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Kecelakaan tersebut diduga salah satu pemicunya ialah akibat kondisi jalan rusak dan berlubang di sejumlah titik.

Jalan Raya Pasar Kemis terletak di Kecamatan Pasar Kemis yang terhubung dengan Kecamatan Cikupa, dan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

"Penyebabnya berbeda-beda, ada yang human eror dan ada juga kejadian yang TKP-nya dekat jalan rusak, adanya jalan rusak juga bisa menjadi faktor penyebab, kami akan koordinasi dengan instansi terkait," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa kepada wartawan, dikutip Senin (16/1/2026).

Menanggapi insiden tersebut, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa perbaikan jalan sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Sudah diperbaiki,” ujar Maesyal kepada TribunBanten.com, saat dimintai tanggapan terkait jalan tersebut.

Baca juga: Jalan Rusak di Pandeglang Ditanami Padi dan Pisang, Warga Cimarga Soroti Janji 2026 Andra Soni

Maesyal mengaku, perbaikan tersebut dilakukan dengan menggunakan anggaran pemeliharaan.

"Nanti ditindaklanjuti anggaran berikutnya," tambah Maesyal singkat.

Namun, pantauan jurnalis TribunBanten.com di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. 

Di sejumlah titik sepanjang jalan raya yang menghubungkan tiga wilayah yakni Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis, dan Rajeg itu kerusakan jalan masih terlihat jelas.

Lubang-lubang dengan kedalaman bervariasi masih menganga di badan jalan dan berpotensi membahayakan pengendara.

Bahkan, perbaikan yang diklaim telah dilakukan nyaris tidak terlihat secara signifikan. 

Beberapa titik hanya tampak tambalan tipis yang tidak merata, sementara di bagian lain kerusakan dibiarkan tanpa penanganan.

Sejumlah warga sekitar mengaku heran dengan pernyataan tersebut. Mereka menilai kondisi jalan hingga saat ini belum sepenuhnya layak dan aman dilintasi.

“Kami tiap hari lewat sini, masih banyak lubang. Kalau hujan malah tidak kelihatan karena tertutup air,” ujar Fitri (33), salah satu pengguna jalan.

Ia pun berharap, pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, guna mencegah jatuhnya korban jiwa kembali.

"Pengennya beneran diperbaiki, bukan cuma ditambal doang. Apalagi tambalan nya ini tidak rata, masih banyak lubang," harapnya.


 

 
 
 

 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.