TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, akibat cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan.
Imbauan ini menyusul adanya rilis prospek cuaca harian yang dikeluarkan oleh BMKG DIY mengenai potensi curah hujan ringan, sedang hingga lebat yang diprediksi melanda wilayah DIY pada 17-19 Februari mendatang.
"Kami selalu menghimbau masyarakat, terutama di wilayah rawan untuk selalu waspada terhadap potensi banjir, longsor maupun pohon tumbang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sleman Uun Mardiyanto, Senin (16/2/2026).
Saat terjadi hujan lebat, kata dia masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan atau tempat terbuka.
Kemudian menghindari lokasi rawan banjir dan longsor serta menjauhi bantaran sungai untuk mengantisipasi potensi banjir.
Jika sedang berada di tempat terbuka dan terjadi hujan lebat maka masyarakat harus waspada. Caranya, menghindari berlindung di bawah pohon atau dekat papan reklame atau tiang listrik.
"Ini penting untuk menghindari (sambaran) petir dan angin kencang," kata Uun.
Untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, pihaknya mengaku sedang menyiapkan SK perpanjangan siaga cuaca ekstrem yang berakhir pada akhir Februari mendatang.
Baca juga: Polres Bantul Sita 26 Galon Miras Ilegal di Pandak
Diketahui, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG DIY memprediksi prospek cuaca di Bumi Mataram pada tanggal 17 Februari 2026 terjadi potensi hujan sedang - lebat di Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian Utara dan Selatan, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, dan Bantul bagian Selatan. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
Selanjutnya tanggal 18 Februari 2026. Potensi hujan Sedang - Lebat diprediksi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman Bagian Utara, Bantul bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
Pada tanggal 19 Februari 2026. Potensi hujan Ringan - Sedang terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Selatan, Bantul bagian Selatan, dan Gunungkidul. Tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono, S.Si., M.Kom dalam keterangannya menjelaskan, prospek cuaca harian ini dipengaruhi oleh suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa yang terpantau relatif hangat yakni 26 - 30 C, dengan anomali suhu muka laut berkisar antara 0.0 s/d -0.5 C.
Kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer.
Selain itu, adanya daerah pertemuan angin atau konvergensi yang memanjang dari Sumatra bagian Selatan hingga Jawa bagian barat menyebabkan pengumpulan massa udara di wilayah Pulau Jawa.
Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa termasuk wilayah DIY. Sementara, profil vertikal kelembapan udara terkini wilayah DIY pada ketinggian 1,0 – 3,0 km (paras 850 - 700 mb) sebesar 68 - 97 persen.
"Sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY," terang dia.
Perangkat Daerah Harus Siap
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengingatkan kepada segenap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sleman agar turut mengantisipasi potensi bencana yang diakibatkan cuaca ekstrem.
Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diperintahkan untuk keliling ke wilayah, memastikan pohon perindang tepi jalan yang berpotensi rawan tumbang dipangkas.
Masyarakat juga diimbau berhati-hati. Peristiwa di Barak, Margoluwih, Seyegan menurutnya menjadi pembelajaran.
Dua petani meninggal dunia akibat sambaran petir ketika hendak meneduh di sebuah gubug di sawah.
"Jika hujan deras, lebih baik di rumah," imbau dia.
Berikut langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem (hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, panas ekstrem):
1. Pantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah setempat.
2. Siapkan tas siaga (air minum, makanan, obat, senter, power bank, dokumen penting).
3. Periksa rumah: perkuat atap, bersihkan talang, pangkas dahan rapuh.
4. Hindari area berisiko seperti bantaran sungai, tebing longsor, dan pantai saat gelombang tinggi.
5. Amankan kendaraan & barang elektronik dari potensi banjir atau petir.
6. Rencanakan jalur evakuasi dan nomor darurat.
7. Kurangi aktivitas luar ruang saat cuaca memburuk.
8. Jaga kesehatan: cukup cairan saat panas ekstrem, gunakan pakaian sesuai kondisi cuaca.