Belinyu Lunar Festival 2026: Paduan Budaya, Kuliner, dan Hiburan Ramaikan Pantai Putat
Asmadi Pandapotan Siregar February 16, 2026 04:03 PM

Laporan Wartawan Magang Rindu Venisa 

BANGKAPOSCOM, BANGKA -- Suasana meriah mewarnai Belinyu Lunar Festival 2026 yang digelar selama empat hari, 13–16 Februari 2026, di pesisir Pantai Putat, Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ). Festival ini mengusung konsep kebersamaan lintas budaya dan menghadirkan hiburan serta peluang promosi bagi pelaku usaha mikro.

Pantauan Bangka Pos pada Minggu (15/2/2026), lokasi festival dipenuhi pengunjung yang menikmati hiburan musik Melayu dan Mandarin, parade barongsai, serta festival kuliner UMKM. Lampion-lampion China menghiasi kawasan, sementara tenda UMKM berjejer menawarkan berbagai jajanan lokal.

Ketua pelaksana festival, Dhani, mengatakan kegiatan ini sengaja dirancang sebagai ruang kebersamaan masyarakat dari berbagai latar budaya.

“Sebenatrya acara Belinyu Lunar Festival ini, tema yang aku angkat adalah Thong Ngin Fan Ngin Jit Jong, jadi Melayu dan Chinese bisa bersatu di satu acara,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini kegiatan masyarakat cenderung terpisah berdasarkan budaya masing-masing. Melalui festival tersebut, panitia mencoba menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati semua kalangan sekaligus untuk menyambut perayaan Imlek dan bulan Ramadan.

“Karena selama ini kalau acara Melayu ya Melayu, kalau Chinese ya Chinese. Sekarang sengaja digabung biar bisa dinikmati semua kalangan,” katanya.

Baca juga: Di Balik Hutan Pedindang, Rahasia Bukit Senja dan Air Biru yang Menenangkan

Selama empat hari pelaksanaan, banyak kegiatan lainnya yang turut memeriahkan festival, mulai dari hiburan musik Melayu dan Mandarin, parade barongsai, lomba mewarnai anak, hingga festival kuliner UMKM. Panitia menghadirkan pengisi acara lokal, termasuk grup vokal Mandarin D'Blijong serta Saka Ladies yang membawakan lagu dangdut Melayu.

Selain hiburan, keberadaan pelaku UMKM menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Tercatat sebanyak 53 UMKM dari berbagai daerah di Bangka Belitung turut ambil bagian setelah melalui proses kurasi menu agar tidak terjadi kesamaan produk.

Pelaku UMKM, Arzianda (26), mengaku kehadiran festival membawa peningkatan pembeli dibandingkan hari biasa.

"Kalau ada event seperti ini pasti lebih ramai dibanding jualan hari biasa, dan tentu saja tujuan kami ikut kegiatan ini untuk mempromosikan produk agar masyarakat tahu apa yang kami jual," ujarnya.

Ia menambahkan, keramaian pengunjung biasanya mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB setiap harinya.

Antusiasme juga datang dari para pengunjung. Syamiani (32), warga Belinyu, mengaku mengetahui acara tersebut melalui media sosial dan tertarik dengan keberagaman tenda kuliner.

“Yang paling menarik dan ditunggu itu UMKM, suasananya Alhamdulillah ramai,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih meriah dan mengundang Artis di masa mendatang.

Hal senada disampaikan Irgi (22) yang datang bersama teman-temannya. Menurutnya, pelaksanaan festival di kawasan pantai memberikan pengalaman baru bagi masyarakat.

 “Suasananya meriah dan berbeda dari biasanya karena acara seperti ini belum pernah dilakukan di pantai, ini yang pertama kalinya,” ujarnya.

Dhani juga menambahkan, meningkatnya jumlah pengunjung dari hari ke hari menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat. Ia berharap kegiatan ini juga mampu menunjukkan citra positif daerah.

“Melalui event ini kami juga mau menunjukkan bahwa Belinyu ini aman-aman saja, karena sebelumnya banyak gosip yang beredar kalau setiap ada event di Belinyu ini pasti ada kerusahan ,” katanya.

Melihat respons masyarakat dan pelaku UMKM yang positif, panitia berencana menjadikan Belinyu Lunar Festival sebagai agenda tahunan.

“Insya Allah akan kubikin rutin, karena respon masyarakat yang sangat luar biasa,” tutupnya. (mg2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.