Rekonstruksi Gaza versi Amerika Serikat (AS) picu alarm berbahaya.
Kontraktor keamanan swasta Amerika yang sebelumnya mengamankan distribusi bantuan kontroversial di Gaza bersiap kembali ke wilayah tersebut.
Mengutip Palestine Chronicle pada (16/2), kabar ini dilaporkan oleh juru bicara perusahaan kepada sumber utama "Reuters" pada Kamis (12/2/2026) lalu.
Dijelaskan olehnya bahwa UG Solutions berbasis di North Carolina tengah bersiap untuk potensi penugasan baru di Gaza.
Tepat, setelah sebelumnya menghentikan operasi pasca gencatan senjata Oktober lalu saat mengamankan Gaza Humanitarian Foundation.
Jubir UG Solutions itu menyatakan bahwa usulannya mendapat respons positif.
Namun, mengakui bahwa perusahaannya masih melakukan perencanaan internal terkait berbagai kemungkinan dukungan di Gaza.
Juga sambil menunggu Dewan Perdamaian memperjelas prioritas keamanannya.
“Usulan kami diterima dengan positif, tetapi sampai Dewan Perdamaian memperjelas prioritas keamanannya, UG Solutions sedang merencanakan secara internal berbagai cara yang mungkin untuk mendukung upaya di Gaza”, jelasnya.
Menurut sumber utama, diskusi antara Dewan dan sejumlah organisasi telah berlangsung selama berminggu-minggu, namun belum ada keputusan final.
Perlu diketahui, keterlibatan perusahaan itu di Gaza menuai kontroversi karena warga Palestina tewas saat distribusi bantuan di area yang dikuasai Israel.
Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik mekanisme tersebut sebagai berbahaya.
Dengan Sekjen Antonio Guterres menyebut operasi bantuan itu “pada dasarnya tidak aman”.
Dilaporkan bahwa kelompok masyarakat sipil Palestina juga menolak keras kemungkinan kembalinya perusahaan tersebut.