Mahasiswa STISNU Aceh Berangkat KPM ke Malaysia, Usung Semangat “Dari Serambi Mekkah”
Muhammad Hadi February 16, 2026 05:33 PM

Mahasiswa STISNU Aceh Berangkat KPM ke Malaysia, Usung Semangat “Dari Serambi Mekkah”

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU Aceh) melepas mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) internasional di Malaysia, Senin (16/2/2026).

Program bertajuk “Dari Serambi Mekkah untuk Malaysia” ini menjadi tonggak penting perluasan pengabdian kampus sekaligus penguatan jejaring akademik lintas negara.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pimpinan kampus, dosen, serta pembina yayasan.

Para mahasiswa yang diberangkatkan akan menjalankan program edukasi, pendampingan masyarakat, penguatan literasi keagamaan, serta sejumlah kegiatan sosial berbasis pemberdayaan komunitas.

Ketua STISNU Aceh, Dr Tgk Muhammad Yasir MA mengatakan bahwa mahasiswa yang dilepas merupakan duta-duta akademik yang membawa identitas keilmuan Islam, tradisi kepesantrenan, dan semangat pengabdian khas Aceh.

Ia menegaskan bahwa KPM internasional ini adalah manifestasi visi kampus dalam membangun generasi berintegritas dan berdaya saing global.

“Mahasiswa STISNU Aceh tidak hanya kita siapkan sebagai sarjana yang memahami teks, tetapi juga sebagai insan yang mampu membaca konteks. Keberangkatan ke Malaysia ini adalah ruang belajar yang sesungguhnya, di mana ilmu diuji oleh realitas, dan idealisme diuji oleh pengabdian,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa yang diberangkatkan merupakan representasi nilai-nilai Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin, sekaligus duta akademik Aceh di tingkat internasional.

“Dari Serambi Mekkah, kita kirimkan nilai-nilai keislaman yang ramah, moderat, dan mencerahkan untuk berkontribusi dalam mencetak generasi bangsa, di mana pun mereka berada,” tambah Dr Yasir.

Sementara itu, Koordinator KPM Mahasiswa, Tgk Muhammad Razi MCL, menyampaikan bahwa program ini telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi akademik maupun teknis pelaksanaan.

“KPM ini dirancang sebagai ruang integrasi antara ilmu syariah dan praktik sosial. Mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, lembaga pendidikan, serta komunitas diaspora,”

“Harapannya, mereka tidak hanya memberi, tetapi juga belajar bagaimana memahami dinamika sosial, budaya, dan pendidikan di Malaysia sebagai bekal memperkaya perspektif keilmuan mereka.”

Pembina STISNU Aceh, Abu H Faisal Ali MPd, turut memberikan pesan mendalam kepada para mahasiswa sebelum keberangkatan. 

Ia menekankan bahwa esensi pengabdian bukan sekadar menjalankan program, tetapi menghadirkan kemanfaatan yang luas.

“Jadilah insan yang bermanfaat untuk semesta. Ilmu yang kalian miliki bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk ditunaikan,”

“Di mana pun kaki berpijak, di situ harus ada nilai yang tumbuh, akhlak yang hidup, dan keberkahan yang dirasakan,”

“Pengabdian sejati adalah ketika kehadiran kita membawa kebaikan, bukan hanya bagi manusia, tetapi bagi lingkungan dan peradaban,” pesannya.

Abu Faisal juga mengingatkan bahwa mahasiswa STISNU Aceh adalah representasi nilai-nilai keislaman yang santun dan rahmatan lil ‘alamin, sehingga setiap langkah dan sikap harus mencerminkan integritas serta kedewasaan moral.

Program KPM internasional ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kolaborasi lintas negara, sekaligus memperkuat posisi STISNU Aceh sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap tantangan global.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.