Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Jalan lintas Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues menuju Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, terpantau masih licin dan berlumpur pasca dilanda bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang pada November 2025 lalu.
Baca juga: Masuki Musim Panen Raya, Harga Jagung Kering di Gayo Lues Stagnan
Pantauan TribunGayo.com pada Senin (16/2/2026), ada beberapa titik di lokasi terpisah di lintasan tersebut yang masih licin dan berlumpur.
Para pengendara atau pengguna jalan yang melintas dari arah Blangkejeren tujuan Kutacane dan sebaliknya, harus ekstra berhati-hati.
Bahkan, lintasan tersebut masih sangat rawan terjadi longsor terutama saat hujan melanda.
Selain itu, material longsor dan banjir bandang berupa bongkahan batu dan gelondongan kayu masih menumpuk dan menghiasi ruas jalan Blangkejeren menuju Kutacane tersebut.
Salah satu badan jalan nasional yang masih berlumpur dan licin, terlihat dikawasan Tetumpum, Tangsaran dan Serkil.
Serta beberapa titik di kawasan Begade Empat Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues.
Kondisi jalan juga sebagain masih amblas dan badan jalan menyempit.
Baca juga: Puluhan Pejabat Eselon III di Gayo Lues Dimutasi, Ini Nama-namanya
"Kini para pengendara atau pengguna jalan yang melintas dari arah Blangkejeren tujuan Kutacane dan sebaliknya, harus selalu berhati-hati.
Baik melintas pada siang hari maupun saat melintas pada malam hari," kata salah satu pengendara, Hasan kepada TribunGayo.com, Minggu (16/2/2026) di Kecamatan Putri Betung.
Hal senada diakui pengendara lainnya, Idan mengatakan pasca terjadi longsor dan banjir bandang ruas jalan nasional tersebut selain masih berlumpur dan licin, badan jalan juga menjadi sempit dan harus selalu ekstra berhati-hati saat melintas.
"Sebaiknya warga atau pengguna jalan tidak melintas pada malam hari atau pada musim hujan dari arah Blangkejeren tujuan Kutacane tersebut.
Sebab dibeberapa lokasi bekas longsoran dan banjir bandang itu sangat rawan terjadi longsor susulan dan kecelakaan lalulintas, terutama sejak pascabencana alam yang sudah berlalu 2,5 bulan terakhir ini," sebut Idan. (*)
Baca juga: Jelang Meugang Ramadhan, Tim Satgas Saber Pangan Gayo Lues Cek Harga Sembako di Pasar