SERAMBINEWS.COM – Nama Indra Frimawan mendadak ramai dibicarakan setelah video dirinya meludahi Fajar Sadboy beredar luas di media sosial. Aksi itu menuai pro dan kontra, membuat sosoknya kembali jadi sorotan publik.
Di luar kontroversi tersebut, Indra sebenarnya sudah lama dikenal di dunia stand up comedy. Ia merupakan komika bergaya absurd yang pernah menembus tiga besar Stand Up Comedy Indonesia.
Indra lahir pada 13 Mei 1991. Namanya mulai dikenal sejak aktif di komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat pada 2013.
Dari situlah ia membangun fondasi kariernya, tampil dari panggung ke panggung kecil sebelum akhirnya mendapat kesempatan lebih besar.
Perjalanan Indra mulai dilirik ketika komunitasnya mengikuti Liga Komunitas Stand Up yang digelar Kompas TV pada 2014.
Stand Up Indo Jakarta Barat melaju hingga grand final dan finis sebagai runner up setelah kalah poin dari Stand Up Indo Medan. Meski belum juara, momen itu jadi titik penting dalam kariernya.
Setahun kemudian, Indra terpilih sebagai finalis Stand Up Comedy Indonesia musim kelima atau SUCI 5 di Kompas TV. Di ajang itu, ia bersaing dengan banyak komika berbakat, termasuk rekan-rekannya sendiri.
Gaya absurd yang jadi ciri khasnya membuat Indra mudah dikenali. Ia kerap membawakan materi one liner—kalimat singkat, padat, tapi mengena.
Sesekali ia menyelipkan trik sederhana seperti sulap kartu atau kipas salju di tengah penampilannya. Ekspresinya cenderung datar, nyaris tanpa banyak gestur, namun justru di situlah letak kekuatannya.
Permainan logika yang tak terduga menjadi senjata utama Indra. Di balik tampilannya yang tenang dan sederhana, materi yang ia bawakan terkesan rapi dan penuh perhitungan.
Gaya deadpan seperti itu tak mudah dimainkan, karena menuntut presisi dalam menulis sekaligus timing yang tepat saat tampil.
Di SUCI 5, Indra berhasil melaju hingga grand final dan meraih posisi juara ketiga. Ia juga dinobatkan sebagai Komika Persahabatan, sebuah pengakuan atas sikap dan kedekatannya dengan sesama peserta.
Kini, di tengah viralnya video yang menyeret namanya, publik kembali mengingat perjalanan Indra Frimawan sebagai komika absurd dengan karakter unik—tenang, sederhana, namun mampu memancing tawa lewat cara yang tak biasa.
Baca juga: Bukan untuk Seang Iran, Ini Alasan AS Kirim USS Abraham Lincoln & USS Gerald R Ford ke Timur Tengah
Fajar Sadboy dan Indra Frimawan menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier.
Insiden ini bermula ketika Fajar Sadboy menanyai Deddy Corbuzier dengan, “Are you kare?”
Maksudnya oke, namun pengucapan Fajar Sadboy terdengar seperti kata kere.
Kemudian, Fajar Sadboy berkata “Berarti Joker, jomblo kere? kerenya itu ditambah N gitu.”
Sampai di sini, Indra Frimawan mengeluh, “Enggak kuat sih gue.”
Deddy Corbuzier juga mengeluh, “Hah tambah N? Oh, keren... Keren ya Allah.” Indra Frimawan lantas bertanya, siapa host podcast favorit Fajar Sadboy mengingat, ia sering jadi bintang tamu program siniar.
“Sebenarnya semuanya ya. Ya, semuanya favorit aku. Enggak ada yang terkecuali, semuanya aku suka,” jawab Fajar Sadboy diplomatis.
Indra Frimawan mencoba membalik keadaan dengan menyebut belum tentu Fajar Sadboy menjadi favorit semua host podcast.
Ia membuat perumpamaan soal martabak spesial. Deddy Corbuzier mengingatkan, kalau semua host difavoritkan maka sejatinya tak ada yang benar-benar favorit bagi Fajar Sadboy.
Lalu, Fajar Sadboy menyatakan, analogi favorit dengan martabak spesial itu keliru.
"Oke salah gue,” Indra Frimawan mengakui. “Enggak, ente enggak salah. (Mohamed) Salah di Liverpool. Kan kalau pemain bokap kan ada. Bokap-bokap gitu lo,” Fajar Sadboy mencoba melucu.
Sampai di sini, Indra Frimawan seolah tak dapat menahan hati.
Ia meludah ke arah Fajar Sadboy. Fajar Sadboy hendak membalas namun tak jadi.
Ironisnya, terdengar suara beberapa orang menertawakan kejadian ini.
Banyak netizen yang kesal lantas meninggalkan “kata-kata mutiara” di akun Instagram Indra Frimawan.
“Ingat ya, adab dulu baru ilmu,” Lisa Mariana mengingatkan di kolom komentar. “Lucu Mas?” tanya atlet Fhirdan Guntara.
Tak sedikit yang mengunjungi konten podcast Deddy Corbuzier, Indra Frimawa, dan Fajar Sadboy lalu meninggalkan komentar tajam.
“Ded gue nonton ke sini bukan karena mau nonton acara lu ye. Gue nonton karena pengin tau apa yang terjadi dengan fajar, karna FYP di gw,” tulis netizen.
Pas Fajar bilang, ‘Kita terlalu sibuk menertawakan orang lain sampai lupa kita akan ditertawakan juga, ditertawakan dengan cara yaang berbeda.’ Itu sindiran buat lo firman dan Deddy,” timpal netizen.
"Jelas meludahi bukan sebuah jokes,” balas netizen lainnya.
Setelah ramai dikecam, kini viral postingan bahwa Indra Frimawan mundur sementara sebagai komika.
"Terima kasih stand up comedy
Terima kasih untuk 10 tahun terbaik yang hadir dalam kehidupan saya.
Terima kasih untuk semua teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang selalu mendukung karir saya selama ini
Terima kasih juga untuk para penikmat karya saya yang selalu mendukung apapun yang saya berikan
Ini keputusan paling berani yang saya ambil, karena per-hari ini saya akan hiatus dulu dari dunia komedi entah berapa lama, untuk memulai petualangan baru dalam hidup saya.
Terlalu panjang jika saya jelaskan dicaption, tapi poinnya saya siap untuk memulai lagi dari titik nol.
Sekali lagi terima kasih semuanya.
Sampai bertemu lagi dengan Frimawan 2.0.
Adios amigo," tulis Indra Frimawan.
Setelah ditelusuri oleh TribunBengkulu rupanya postingan Indra Frimawan mundur sebagai komedian yang viral itu adalah postingan 2023 lalu.
Di tengah ramainya pembelaan netizen terhadap dirinya, Fajar mengaku justru tidak menyangka situasi akan berkembang sejauh ini.
Ia melihat gelombang simpati publik dengan perasaan campur aduk.
"Kayak enggak nyangka rame banget. Lagi banyak banget orang yang baik sama aku.
Ada rasa kasihan juga. Kalau kasihan sama diri sendiri itu sudah pasti, tapi juga kasihan sama Abang Indra. Udah jadi begini mau gimana lagi," ucapnya.
Alih-alih menikmati dukungan, Fajar justru menunjukkan empati kepada Indra yang kini berada di bawah tekanan publik.
Saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat malam (13/2/2026), Fajar menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan rasa sakit hati, meski aksi serupa terjadi lebih dari sekali.
"Sakit hati atau kesel enggak ada sih. Fine-fine aja sama beliau," katanya.
Ia menolak narasi bahwa dirinya menjadi kqqorban yang terluka, dan memilih bersikap dewasa dalam menyikapi situasi tersebut
(Serambinews.com/BangkaPos.com)