Festival Liwet Nusantara Meriahkan Tarhib Ramadan 1447 H di Ponpes Darussalam Ciamis
Dedy Herdiana February 16, 2026 06:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis kembali menggelar Festival Liwet Nusantara sebagai bagian dari rangkaian Tarhib Ramadan 1447 H bertempat di Gedung Nadwatul Ummah Ponpes Darussalam Ciamis, Senin (16/2/2026).

Pimpinan Ponpes Darussalam Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, mengatakan kegiatan tersebut sudah menjadi agenda tahunan dan kini memasuki tahun ke-14 pelaksanaannya.

“Festival Liwet Nusantara ini bagian dari Tarhib Ramadan. Sudah belasan tahun kami laksanakan, kurang lebih 14 tahun, dan setiap tahun pesertanya terus bertambah,” ujarnya.

Menurutnya, festival ini menjadi tren tersendiri di lingkungan pesantren karena melibatkan santri dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari wilayah perbatasan Malaysia.

“Santri kami berasal dari berbagai suku, ada Sunda, Jawa, Sumatera, Kalimantan, bahkan yang berbatasan dengan Malaysia. Maka konsepnya liwet, tapi cita rasanya Nusantara,” katanya.

Baca juga: Jelang Ramadan, Warga Padati Situ Gede Tasikmalaya untuk Botram Keluarga, Pengunjung Naik 60 Persen

Ia menjelaskan, secara historis liwet merupakan tradisi khas Jawa Barat dan pesantren, yang kemudian banyak diadopsi rumah makan Sunda. 

Di Darussalam, tradisi tersebut dikembangkan menjadi ajang kreativitas santri.

“Ponpes Darussalam menampung seluruh kreativitas santri. Mereka membuat liwet dengan berbagai rasa, menu, dan pelengkap yang unik,” jelasnya.

Dalam festival tersebut, terdapat tim penilai dari unsur pimpinan muda pesantren. Sementara KH. Fadlil Yani memantau secara umum jalannya kegiatan.

“Penilaian sudah ada tim khusus dari pimpinan muda. Saya hanya memantau secara keseluruhan, memastikan berjalan baik dan melihat apa yang perlu dievaluasi,” ungkapnya.

Jumlah peserta tahun ini disebut mencapai lebih dari 30 kelompok. Angka tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berkisar antara 17 hingga 27 peserta.

KH. Fadlil menambahkan, festival ini bukan sekadar lomba memasak, melainkan sarana menanamkan nilai kebersamaan serta mengasah keterampilan santri.

“Pesantren itu tidak hanya harus pintar ngaji, tapi juga pintar ‘ngejo’, yaitu menanak nasi. Liwet itu cara cepat dan praktis, tapi sarat nilai kebersamaan,” tuturnya.

Salah satu yang menarik perhatian tahun ini adalah hadirnya kreasi nasi lemak yang terinspirasi dari kuliner Malaysia. 

Menu tersebut merupakan perpaduan nasi uduk khas Indonesia dengan cita rasa Malaysia.

“Anak-anak yang pernah ke wilayah perbatasan Selangor membawa inspirasi nasi lemak. Dipadukan dengan konsep liwet, jadilah nasi lemak versi pesantren,” katanya.

Melalui Festival Liwet Nusantara, Ponpes Darussalam berharap para santri mampu mengekspresikan bakat, mempererat persaudaraan lintas daerah, sekaligus menyambut Ramadan dengan penuh kebersamaan dan kreativitas.(*)

Baca juga: Kades Hegarmanah Bantah Tarif Mobil Siaga yang Viral di Medsos, Ini Penjelasannya

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.