TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepercayaan besar diemban Mohammad Kanu Helmiawan saat PSS Sleman menghadapi laga krusial kontra Deltras FC pekan lalu.
Pemain kelahiran 2001 itu turun sebagai starter, Kanu tampil selama 80 menit dan sukses meredam agresivitas winger Deltras yang dikenal memiliki kecepatan tinggi.
Menariknya, Kanu dimainkan sebagai bek kanan, posisi yang bukan peran utamanya.
Pemain yang identik sebagai gelandang itu mampu beradaptasi dengan baik dan menjadi bagian penting dari kemenangan 3-1 PSS dalam laga tersebut.
Hasil ini untuk sementara mengantarkan Super Elang Jawa ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 39 poin. Terpaut satu angka dari Persipura di pucuk Grup Timur Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menjelaskan bahwa keputusan memainkan Kanu di sektor bek kanan bukan tanpa pertimbangan matang.
“Ya, kita tahu kita punya bek kanan di situ ada Saiful Djoge, ada Kanu. Tapi kenapa kita pilih Kanu? Dia punya track record, punya pengalaman,” ujar Ansyari, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, performa Kanu dalam sesi latihan jelang laga menjadi faktor utama. Ia menunjukkan semangat dan karakter yang dibutuhkan untuk memperkuat lini pertahanan.
“Dengan kesiapan dia di latihan sebelum pertandingan lawan Deltras, dia menunjukkan semangat, karakter, dan ini bisa menjadi pertahanan yang solid dengan empat bek kita. Jadi saya kira ini tidak ada like and dislike, tetapi siapa yang siap di dalam latihan itu yang bakal kita turunkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kanu mengaku sudah dipersiapkan di posisi bek kanan sejak sesi latihan sebelum pertandingan.
“Ya memang di persiapan sebelum lawan Deltras kemarin saya sudah ditaruh di bek kanan saat latihan,” ungkap Kanu.
Soal kenyamanan bermain di luar posisi aslinya, ia menegaskan tak mempermasalahkan hal tersebut.
“Kalau untuk nyaman tidaknya main di posisi itu, semua posisi saya nyaman. Mau ditaruh di mana pun, kalau pelatih percaya sama saya, saya bakal memberikan yang terbaik buat PSS,” tandasnya.