TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026, ratusan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso, Jawa Timur, menggelar tradisi Kosar Agung atau Nyekar Agung di pemakaman umum desa setempat, Minggu (15/2/2026).
Tradisi ini menjadi momen kebersamaan warga untuk berziarah kubur secara massal. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara individu atau per keluarga, Nyekar Agung kali ini dilaksanakan serentak atas inisiatif Remaja Masjid Jami' Al-Istiqomah.
Baca juga: Viral Video Perilaku Mesum di Kafe Toko Modern Bondowoso
Ketua Remaja Masjid Jami’ Al-Istiqomah, Zainullah, menyebut tradisi Nyekar Agung telah berlangsung rutin selama sembilan tahun terakhir.
“Sekitar 300 warga laki-laki dan perempuan ikut serta. Kegiatan diawali dengan membersihkan area makam bersama, kemudian dilanjutkan doa untuk para leluhur, tokoh masyarakat, dan keluarga yang telah meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tawasul dan Surah Yasin secara berjamaah.
“Jemaah bersama-sama memohon ampunan dan rahmat Allah SWT, serta keselamatan dan keberkahan bagi umat Islam dan seluruh alam,” jelasnya.
Baca juga: Polisi Kawal Tes Kenaikan Sabuk PSHT Cabang Bondowoso
Zainullah menegaskan, Kosar Agung bukan sekadar tradisi menjelang Ramadan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga. Selain itu, kegiatan ini dinilai efektif mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Momentum Nyekar Agung juga dimanfaatkan para tokoh agama dan takmir masjid untuk memberikan edukasi singkat mengenai tata cara dan makna ziarah kubur melalui tausiah.
“Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi tradisi yang baik di masyarakat,” ungkapnya.