TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG – Kondisi Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menjadi sorotan publik setelah empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang salah satu pemicunya diduga akibat kerusakan jalan.
Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengklaim perbaikan telah dilakukan, fakta di lapangan menunjukkan kerusakan masih ditemukan di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, badan jalan yang berlubang, permukaan aspal terkelupas, serta tambalan yang tidak merata, masih nampak jelas di sejumlah titik jalan, seperti di depan Kantor PT Victory Ching Luh, di depan Markas Polsek Pasar Kemis, dan di sejumlah titik jalan yang mengarah ke Kecamatan Rajeg.
Di beberapa bagian jalan tersebut, lubang terlihat jelas dengan kedalaman sekiar 5-15 centimeter, dan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Baca juga: 4 Orang Tewas di Jalan Raya Pasar Kemis Tangerang, Bupati Maesyal Klaim Jalan Rusak Sudah Diperbaiki
Saat hujan turun, genangan air menutup lubang sehingga menyulitkan pengendara mengantisipasi kerusakan.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, sebelumnya menyatakan bahwa perbaikan jalan sudah dilakukan.
"Sedang diperbaiki sekarang," kata Maesyal kepada TribunBanten.com, saat ditemui di PT Victory Ching Luh, yang merupakan salah satu titik jalan terparah, Senin (16/2/2026).
Lantas saat dikonfirmasi mengenai fakta di lapangan masih banyak kerusakan, Maesyal kembali mengklaim bahwa perbaikan masih terus berjalan.
"Iya, sedang lagi jalan sekarang," timpalnya,
Ia menyatakan, perbaikan itu dilakukan dengan menggunakan anggaran pemeliharaan.
Adapun perihal perbaikan secara menyeluruh, ia mengaku, akan dilakukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berikutnya.
"Nanti ditindaklanjuti anggaran berikutnya," kata Maesyal.
Di sisi lain, sejumlah warga dan pengguna jalan mengaku masih khawatir saat melintasi jalur tersebut.
Mereka menilai, penanganan yang ada terkesan tambal sulam dan belum memberikan rasa aman.
“Masih banyak lubang, apalagi kalau malam hari atau hujan. Sangat berbahaya,” ujar warga sekitar, Aini (29) yang ditemui di lokasi.
Hal senada disampaikan oleh pengguna jalan, Fitri (33) yang mengaku, kerap terhambat saat melintasi jalan tersebut.
"Saya pernah hampir jatuh juga, waktu lewat pas di depan SPBU itu kan lubangnya kemaren cukup dalam," kataya.
“Karena saya tiap hari lewat sini, masih banyak lubang. Kalau hujan malah tidak kelihatan karena tertutup air,” tambahnya.
Ia pun berharap, pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, guna mencegah jatuhnya korban jiwa kembali.
"Pengennya beneran diperbaiki, bukan cuma ditambal doang. Apalagi tambalan nya ini tidak rata, masih banyak lubang," harapnya.
Sebagai informasi, Jalan Raya Pasar Kemis merupakan jalur padat yang dilalui kendaraan sepeda motor, angkutan umum, hingga kendaraan berat yang memiliki 12 roda atau lebih.
Jalan tersebut menghubungkan tiga wilayah kecamatan, yaitu kawasan industri Cikupa, Pasar Kemis, dan Kecamatan Rajeg.
Sepanjang jalan juga berdiri berbagai toko, perumahan elit, dan satu perusahaan besar, PT. Victory Chingluh, menjadikan kawasan ini sangat ramai dan berisiko tinggi.
Selain itu perbaikan yang diklaim Bupati Tangerang Maesyal Rasyid sedang berjalan, juga tidak terlihat adanya para petugas ataupun roda berat yang beroperasi.