TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser memastikan akan menghadirkan sebuah gebrakan baru di awal tahun 2026.
Setelah meliburkan sementara kegiatan rutin Car Free Night (CFN) yang biasanya digelar setiap Jumat malam, Disporapar melalui bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyiapkan program Festival Ramadhan.
Langkah tersebut sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan bernuansa Islami.
Festival tersebut direncanakan berlangsung selama 23 hari penuh, dengan berbagai kegiatan yang identik dengan suasana Ramadhan.
Baca juga: Pemkab Paser Gandeng Unmul Susun Perda Kabupaten Layak Anak
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disporapar Paser, Wahab Syahranie, menyampaikan bahwa festival ini akan menghadirkan beragam lomba dan pertunjukan.
"Seperti tahun lalu, kita akan mengadakan lomba lari sprint di bulan puasa, lomba hadrah, lomba adzan, lomba nyanyi bernuansa Islami, hingga lomba beduk," terang Wahab di Tanah Grogot, Senin (16/2/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut akan dipusatkan di Komplek GOR Sadurengas, yang selama ini menjadi lokasi favorit masyarakat untuk berkumpul.
Disporapar Paser optimis kegiatan akan berlangsung meriah dan ramai, mengingat antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bernuansa Ramadhan selalu tinggi.
"Pak Kadis ingin ada starting point yang bisa menggugah semangat masyarakat. Dana sudah disiapkan, tinggal bagaimana kita mengemas acara agar benar-benar berdampak," tambahnya.
Selain menghadirkan hiburan, Festival Ramadhan juga akan menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal.
Panitia kini tengah mendata komunitas UMKM yang siap berpartisipasi dengan menjajakan produk kuliner maupun kerajinan di area festival.
"Kehadiran UMKM ini kami harap mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat," harapnya.
Selain lomba dan bazar, festival ini juga akan menghadirkan acara edisi khusus berupa Batik Karnaval.
Pada giat itu nantinya, para peserta akan berjalan di atas karpet merah dengan mengenakan busana batik khas daerah.
"Karnaval batik ini akan digelar di pertengahan atau menjelang akhir Ramadhan, bahkan bisa bertepatan dengan malam menjelang lebaran agar suasana semakin semarak," ungkap Wahab.
Festival Ramadhan menjadi bagian dari strategi Disporapar untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Paser.
Dengan memadukan hiburan, budaya, dan peluang usaha, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
"Keberlanjutan program seperti Festival Ramadhan dan CFN sangat penting bagi daerah. Karena bukan hanya sebatas hiburan, tetapi juga cara kita menghidupkan perekonomian masyarakat sehingga roda ekonomi di Bumi Daya Taka terus bergerak," pungkas Wahab. (*)