SURYA.CO.ID, KOTA MALANG - Kampung Budaya Polowijen (KBP) di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), menggelar tradisi Megengan sebagai bagian dari rangkaian Festival KBP #9 pada Senin (16/2/2026).
Acara ini, memadukan nilai spiritual menyambut bulan suci Ramadan dengan inovasi digital berupa peluncuran E-Book sejarah budaya lokal.
Penggagas KBP, Isa Wahyudi atau Ki Demang, menyatakan bahwa Megengan 2026 bertujuan menghidupkan tradisi sebagai energi sosial.
Kolaborasi dengan generasi muda, menjadi kunci agar warisan budaya Malangan tetap relevan di tengah arus zaman.
Pelaksanaan tradisi tahun ini mencakup berbagai elemen penting yang dirangkum sebagai berikut:
Prof Sutawi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ,menekankan pentingnya dokumentasi budaya melalui pendekatan ilmiah. E-Book yang dibagikan secara simbolis tersebut, memuat sejarah dan potensi aktivitas budaya di Polowijen.
Langkah ini dinilai sebagai bukti, bahwa pelestarian adat dapat berjalan beriringan dengan literasi digital. Hal ini diharapkan mampu memperkuat identitas lokal di tingkat global.
Camat Blimbing, I Ketut Widi Eka Wirawan, turut memberikan apresiasi atas konsistensi warga Polowijen.
Menurutnya, momentum sakral ini harus dijaga, karena adat istiadat merupakan perekat kehidupan bermasyarakat di Kota Malang.
Acara ditutup dengan makan bersama lintas generasi sebagai simbol solidaritas.
Selain warga lokal, kegiatan ini dihadiri berbagai komunitas seperti Pokdarwis se-Kota Malang, Perempuan Bersanggul Nusantara dan Duta Budaya Kota Malang.