Aksi Nekat Demi Gratisan, Pelanggan Taruh Bulu Ketiak Sendiri ke Steak!
GH News February 16, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Pemilik restoran menuding pelanggan sengaja menabur bulu ketiak ke makanan sebagai alasan komplain tanpa bayar. Aksi ini terekam CCTV dan diselidiki polisi.

Modus curang pelanggan demi menghindari pembayaran kembali terjadi di restoran. Kali ini, sebuah restoran di Sydney mengungkap aksi tak terduga yang terekam jelas kamera CCTV.

Sebuah restoran steak ternama di Sydney, Australia, Pony Dining at The Rocks, menuding seorang pelanggan sengaja menyabotase hidangan senilai Rp 9 jutaan.

Insiden ini terjadi pada 29 Desember, di tengah ramainya musim liburan, lapor Au.news (13/2). Saat itu, sebuah keluarga datang untuk makan malam dan memesan sejumlah menu, termasuk tomahawk steak.

Pesan Steak Tomahawk di Resto, Pelanggan Kesal Nunggunya Sampai 1 Jam!Ilustrasi Steak Tomahawk. Foto: mstar.com.my

Namun, setelah menyantap hidangan, seorang pria mengajukan komplain dengan alasan menemukan rambut di dalam makanannya, lalu menolak membayar tagihan.

Supervisor restoran, Caitlin, mengatakan awalnya staf bersikap sopan dan meminta maaf atas keluhan tersebut. "Kami awalnya meminta maaf, tapi kemudian sadar rambut itu tidak mungkin berasal dari staf kami karena warnanya berbeda," ujar Caitlin.

Ia menambahkan, "Selain itu, sangat sulit rambut bisa masuk ke tomahawk steak karena hampir tidak memerlukan banyak proses persiapan."

Kecurigaan semakin kuat setelah pelanggan itu pergi. Staf kemudian memeriksa rekaman CCTV di dalam restoran.

Aksi Nekat Demi Gratisan, Pelanggan Taruh Bulu Ketiak Sendiri ke Steak!Aksi Nekat Demi Gratisan, Pelanggan Taruh Bulu Ketiak Sendiri ke Steak! Foto: CCTV

Dari rekaman tersebut, terlihat pria itu merogoh ketiaknya, mencabut rambut, lalu menaburkannya ke piring sisa makanannya.

Sementara itu, anggota keluarga lain terlihat tetap santai, bahkan anak-anak tampak menghabiskan makanan mereka hingga bersih.

"Kami benar-benar terkejut dan kecewa karena baru menyadarinya setelah dia pergi," kata Caitlin. Ia juga menyebut pria itu bersikap sangat kasar dan agresif kepada manajer serta pelayan restoran.

Pihak restoran mencoba menghubungi pelanggan tersebut, tapi menduga nama dan nomor telepon yang digunakan saat reservasi sengaja dipalsukan.

"Saya rasa itu memang sudah direncanakan sejak awal. Sepertinya mereka memang berniat tidak membayar," ungkap Caitlin.

Sebagai bentuk peringatan, Pony Dining mengunggah rekaman kejadian tersebut ke media sosial agar restoran lain lebih waspada.

Kejadian ini pun dilaporkan ke polisi sehari setelah kejadian. Kepolisian New South Wales mengonfirmasi bahwa kasus tersebut sedang dalam tahap penyelidikan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.