SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Imam Safei (40) petani karet di Desa Muara Burnai 2 Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten OKI pergi menyadap karet justru pulang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jasadnya ditemukan tenggelam di kawasan kebun karet miliknya yang terendam banjir setinggi setinggi pinggang orang dewasa.
Sebelum jasanya ditemukan, almarhum sempat dinyatakan hilang semalaman.
Andi warga setempat menjelaskan awal mula kejadian pada Sabtu (14/2/2026) sekitar jam 16.00 WIB.
Korban terlihat berjalan menuju kebun karet yang berada di area belakang rumahnya.
"Saat pagi hari korban telah selesai memahat (menyadap) karet dan selanjutnya di sore hari akan kembali ke kebun untuk ngobat (memberi cairan pengental karet)," ujarnya saat dihubungi pada Senin (16/2/2026) sore.
Dijelaskannya, bertepatan terdengar suara azan ashar, sang istrinya menghampiri suaminya ke kebun, untuk menyuruhnya pulang melaksanakan sholat.
"Waktu dipanggil ada suara sautan dari suaminya yang ada di kebun. Maka istrinya pun pulang ke rumah," ungkapnya.
Tidak berselang lama kemudian, korban juga pulang ke rumah sekitar jam 17.00 WIB yang saat itu kebetulan bertemu dengan anak perempuannya yang masih kecil.
"Tetapi keluarga menaruh curiga, karena korban yang biasanya memanggil atau ngobrol. Tetapi saat pulang kondisinya diam saja dan saat disapa tetap nggak mau ngomong,"
"Setelah itu korban kembali lagi ke kebun, hingga akhirnya datang azan magrib tidak kunjung pulang lagi ke rumahnya," ujarnya.
Dengan perasaan khawatir, maka keluarga segera meminta bantuan masyarakat untuk turut mencari keberadaan korban yang terakhir kali pamit ke kebun karet miliknya.
"Sekitar magrib istri korban minta bantuan kepada masyarakat. Namun yang kebetulan sedang ada acara yasinan, maka pencarian dimulai setelah itu dan sampai pagi warga setempat menyisir di lokasi cari korban tetapi tidak ketemu,"
"Tepat sekitar pukul 08.30 WIB ada warga yang menemukan topi korban dan benar saja tubuh korban ditemukan di sekitar pintu air yang lokasi tak jauh dari kebun karetnya,"
"Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal dunia dan kemarin sekitar jam 11.00 WIB dimakamkan di TPU Desa Muara Burnai 2," tuturnya.
Menurutnya, kondisi kebun karetnya memang sedang terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa, namun korban tetap memilih untuk menyadap karet karena masih bisa dan batang karetnya sudah tinggi.
"Sewaktu ditemukan, lokasi berada di kebun karet milik orang lain yang juga terendam banjir dengan ketinggian sebatas kepala orang dewasa. Kemungkinan korban terpeleset dan terbawa arus banjir hingga tenggelam," sebutnya.
Terpisah Camat Lempuing Jaya, Roni Santosa M.Pd membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayah jahe Desa Muara Burnai 2.
"Ya benar ada kejadian tersebut," ungkapnya, jenazah sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.
Baca juga: Curi Motor dan Handphone di Rumah Warga, Resedivis Curat Diringkus Tim Singo Timur
Baca juga: Breaking News: Ikan Paus Raksasa 10 Meter Lebih Terdampar di Sungai di OKI, Warga Ramai Swafoto