Hampir Seluruh Rumah Di Desa Pante Baro Buket Panyang, Bireuen Terdampak Banjir
Nurul Hayati February 16, 2026 08:33 PM

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Desa Pante Baro Buket Panyang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen yang sebelah barat bersisian dengan aliran Krueng Peusangan salah satu desa terdampak banjir, hampir
seluruh rumah rusak.

Dari 120 kepala keluarga, hanya empat kepala keluarga yang selamat karena rumahnya di perbukitan.

Keuchik Pante Baro Buket Panyang, di sela-sela memantau warga berbelanja di pasar murah di desanya, Sabtu (14/2/026) mengatakan, dampak banjir bandang sebanyak 7 unit rumah hilang diterjang banjir dan puluhan lainnya rusak berat, rusak ringan maupun rusak sedang.

Warga terdampak banjir awalnya mengungsi ke tempat tinggi, kemudian menempati tenda darurat dan beberapa pekan kemudian ada yang kembali ke rumah membersihkan rumah.

Disebutkan, pendataan sudah dilakukan dan berharap data menjadi penting membantu warganya terdampak banjir.

Selain itu sektor pertanian juga berdampak luas, sawah terendam banjir dan banyak kegiatan pertanian juga lumpuh total.

Tgk Abidinsyah, salah seorang korban banjir mengatakan, saat banjir bandang rumahnya ikut terendam
banjir, peralatan rumah tangga seluruhnya rusak.

“Saya sempat mengungsi ke gubuk sederhana, sekarang sudah pulang ke rumah bersama istri, anak maupun cucu-cucu,” ujarnya.

Baca juga: Jembatan Sementara Pulihkan Akses Pasca Banjir Bandang Aceh Tamiang, Warga Masih Harus Mengantre

Tgk Abidinsyah  yang sejak lama menjadi petani menanam sayur-sayuran untuk kebutuhan rumah tangga mengaku, saat ini mengalami kendala untuk kembali menanami palawija karena mesin pompa air juga hilang dan rusak diterjang banjir bandang.

Ia mengharapkan, bantuan mesin pompa air untuk memudahkan menanam berbagai jenis tanaman sebagai sumber mencari rezeki untuk keluarganya.

“Mesin pompa air untuk menyiram tanaman, mesin sebelumnya sudah hilang dan rusak diterjang banjir,” ujarnya.

Sebelum banjir katanya, ia menanam timun, jagung, bayam, kangkung dan lainnya, sejak banjir bandang kegiatan pertanian tidak bisa dijalankan lagi.

Menjawab Serambinews.com menyangkut tanah, Tgk Abidin mengatakan, tanah masih walaupun sudah penuh lumpur, bila ada mesin akan mudah caranya menanam palawija kembali.  

Beberapa waktu lalu katanya, ia mencoba menanam timun.

"Namun, tidak subur karena tidak cukup air disebabkan tidak sanggup disiram dengan cara manual dan berharap ada bantuan mesin pompa air," ujarnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.