SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Potensi transportasi laut nasional diproyeksikan meningkat pada 2026.
Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan kolaborasi erat antara pelaku usaha dan dukungan pemerintah sebagai regulator sekaligus fasilitator infrastruktur.
Optimisme ini sejalan dengan pertumbuhan konektivitas antarwilayah dan meningkatnya kebutuhan distribusi logistik di negara kepulauan seperti Indonesia.
Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan kebutuhan layanan transportasi laut bagi masyarakat.
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU), Erwin H Poedjono, sebagai salah satu pelaku usaha transportasi, meyakini potensi tersebut.
Dalam target jangka menengah, pihaknya terbuka untuk memperluas ekspansi ke wilayah yang membutuhkan layanan pelayaran.
Sejumlah daerah, kata dia, telah memberikan masukan agar DLU memperluas layanan.
Hal itu dinilai akan memperkuat konektivitas sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.
“Kita akan evaluasi lintasan mana yang harus kita layani untuk memperkuat NKRI, sesuai kebutuhan masyarakat."
"Beberapa daerah juga mulai memberikan masukan serta permohonan agar bisa kita layani,” kata Erwin saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM di Surabaya, Senin (16/2/2026).
Selama setengah abad melayani transportasi laut, DLU terus fokus pada perbaikan kinerja, produktivitas, serta penguatan konektivitas. Baik pada layanan angkutan laut maupun penyeberangan.
Dalam jangka pendek, DLU menargetkan optimalisasi lintasan yang sudah dilayani dengan standar keselamatan tinggi.
Erwin menekankan pentingnya aspek keselamatan sebagai prioritas utama operasional.
“Kita membangun road to zero accident untuk seluruh kapal kami. Selain kenyamanan penumpang, on time performance juga akan terus kami evaluasi dan perbaiki,” ujarnya.
Terkait ekspansi armada, Erwin mengungkapkan pihaknya tengah melakukan renovasi sejumlah kapal sebagai persiapan penambahan armada pada 2026.
"Di tahun ini kami melakukan pembenahan armada untuk mempersiapkan tambahan pada 2026. Nanti akan kami sampaikan secara resmi,” katanya.
Baca juga: Warga Miskin Jombang Tetap Bisa Berobat Meski BPJS Nonaktif, Pemkab Sudah Siapkan Dana Rp 4 Miliar
Pada 15 Februari 2026, perusahaan tersebut genap berusia 50 tahun. Seremonial peringatan HUT digelar dengan pemotongan tumpeng, doa bersama, peresmian kantor baru, dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu pada Senin (16/2/2026).
“Syukur alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan tasyakuran atas usia 50 tahun PT Dharma Lautan Utama."
"Kami atas nama seluruh manajemen menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para stakeholder, mulai dari pemerintah, mitra usaha, mitra kerja, hingga pelanggan setia yang terus menggunakan layanan kami sampai hari ini,” ujar Erwin.
Pemilik sekaligus Penasehat Utama DLU, Bambang Haryo Soekartono, menilai industri pelayaran nasional masih menghadapi tantangan besar. Terutama, dari sisi iklim usaha dan beban biaya operasional.
Karena itu, menurutnya, pengusaha pelayaran membutuhkan dukungan insentif, termasuk penyesuaian tarif kepelabuhanan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), agar industri dapat tumbuh berkelanjutan. Ia mencontohkan, sektor transportasi udara mendapatkan berbagai insentif.
Menurutnya, pelayaran sebagai sektor strategis di negara kepulauan juga membutuhkan perhatian serupa.
"Masih banyak yang diharapkan para pengusaha, termasuk terkait PNBP dan tarif kepelabuhanan. Tanpa dukungan itu, perkembangan perusahaan akan terhambat,” ujarnya.
Selain faktor finansial, Bambang juga menyoroti keterbatasan infrastruktur pelabuhan.
Ia menyebut sejumlah alur pelayaran dan kolam pelabuhan masih dangkal sehingga memerlukan pengerukan dan normalisasi demi keselamatan serta efisiensi operasional kapal.
“Ini menyangkut keselamatan dan efisiensi. Pemerintah memiliki kewajiban melakukan normalisasi alur sesuai amanat undang-undang,” kata Anggota DPR RI tersebut.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut untuk pergerakan orang dan barang.
Karena itu, sinergi antara pengusaha dan pemerintah dinilai menjadi kunci untuk menangkap potensi pertumbuhan sektor ini pada 2026.
“Transportasi laut adalah sektor strategis. Dengan dukungan regulasi dan infrastruktur yang memadai, kami optimistis bisa terus bertahan dan berkembang,” kata pria yang akrab disapa BHS ini.