Resign dari Manajer Properti, Yue Li Pilih Tinggal di Pulau Sepi, Gaji Turun Rp7,8 Juta
Tim TribunTrends February 16, 2026 08:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Seorang warga China bernama Yue Li mengambil keputusan ekstrem yang tak banyak orang berani lakukan. Setelah bertahun-tahun meniti karier sebagai manajer senior di perusahaan properti besar, ia memilih mengundurkan diri dan meninggalkan kehidupan mapan di kota besar.

Kariernya sebelumnya terbilang prestisius. Jabatan tinggi, gaji besar, serta kehidupan urban yang sibuk menjadi bagian kesehariannya. Namun di balik itu semua, Yue Li justru merasa hidupnya terkuras habis secara fisik dan mental. Rutinitas kerja yang padat membuatnya nyaris tak punya waktu untuk dirinya sendiri.

Selama hampir 20 tahun, Yue Li menjalani ritme kerja yang ekstrem. Ia mengaku melakukan perjalanan bisnis hingga 300 hari dalam setahun. Saat berada di Beijing, waktu tempuh pulang-pergi kantor bisa mencapai empat jam setiap hari. Kondisi tersebut membuat kesehatannya berada di titik terendah.

Baca juga: Keranjingan Drama China, Adam Suseno Boncos Rp 5 Juta Diam-Diam demi Beli Koin, Ketahuan Inul!

Merasa tak sanggup lagi melanjutkan gaya hidup tersebut, Yue Li akhirnya resign dan memilih tinggal di Pulau Dongzhai, sebuah pulau tak berpenghuni di kawasan Laut China Timur. Keputusan ini mengubah hidupnya secara drastis, termasuk dari sisi penghasilan.

Kini, Yue Li bekerja sebagai inspektur kualitas di pangkalan pembibitan ikan. Tugas hariannya meliputi mencatat suhu air laut, memantau kondisi gelombang, hingga memeriksa peralatan pakan ikan. Gajinya pun turun tajam, hanya sekitar 3.000 yuan atau setara Rp7,8 juta per bulan.

Hidup di pulau sepi bukan tanpa tantangan. Pada bulan pertama, ia harus menghadapi cuaca ekstrem dan fasilitas yang sangat terbatas. Saat hujan deras, air bocor dari atap dapur. Jika angin kencang mencapai level tinggi, ia bahkan kesulitan menyalakan api untuk memasak. Pasokan logistik pun hanya mengandalkan kapal yang datang tidak menentu.

Baca juga: 10 Manajer yang Rela Pertaruhkan Pekerjaannya Demi Melindungi Karier Karyawannya

Meski demikian, Yue Li mengaku tidak menyesal. Di pulau tersebut, ia memiliki waktu luang untuk membaca buku, menikmati matahari terbenam, serta memenuhi kebutuhan makan dari alam sekitar, seperti menangkap belut dan kepiting. Menurutnya, ketenangan batin yang ia rasakan kini jauh lebih berharga dibandingkan gaji besar di masa lalu.

Keputusan Yue Li pun menuai beragam reaksi dari warganet, mulai dari kagum hingga iri, karena berani meninggalkan kemapanan demi kebebasan dan kedamaian hidup.

Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.