Seorang pedagang buah di kawasan Chinatown, Singapura mendadak usai videonya adu mulut dengan seorang turis asal Amerika Serikat tersebar di media sosial. Ternyata ini penyebab di baliknya.
Dalam rekaman yang diunggah pada 10 Februari, pedagang tersebut terdengar bertanya kepada turis yang merekam lapak buahnya dengan nada yang ketus, "Kamu mau beli atau hanya mau tanya? Kalau kamu punya uang beli buahnya," ujar penjual buah itu.
Kata-kata ketus ini kemudian memicu argumen dan adu mulut antara penjual dan turis yang mulai merekam lapaknya, sebelum seorang pria lanjut usia mencoba meredakan situasi. Video berakhir dengan adu mulut, di mana pria tersebut menyebut sang penjual buah sangat kasar.
Kepada Shin Min Daily News, pedagang yang tidak menyebutkan namanya itu menyampaikan versinya. Ia mengaku terpancing emosi karena rombongan turis yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut berdiri di depan lapaknya selama kurang lebih 10 menit.
Viral Penjual Buah di Singapura Kasar ke Turis, Ini Kisah di Baliknya! Foto: Site News
|
"Kalau hanya berdiri, saya tidak akan bilang apa-apa. Tapi mereka mulai memencet dan menekan buah, itu sebabnya saya tanya apakah mereka memang berniat membeli," ujarnya dikutip dari AsiaOne (16/02/2026).
Penjual buah tersebut mengklaim rombongan turis tersebut terus membombardirnya dengan pertanyaan soal harga buah. Situasi makin memanas ketika salah satu turis disebut tidak memiliki cukup uang saat hendak membayar.
"Mereka bertanya banyak hal, lalu bilang hanya punya 2 SGD (Rp 27.000). Kemudian saya tanya apakah mereka bisa bayar pakai dolar USD atau kartu kredit," katanya.
Ia juga merasa dipersulit ketika salah satu turis meminta untuk membeli 200 gram anggur dari kemasan 1 kilogram yang dipajang.
Viral Penjual Buah di Singapura Kasar ke Turis, Ini Kisah di Baliknya! Foto: Site News
|
"Saya tidak punya niat buruk. Semua harga buah sudah tertera jelas. Saya selalu berusaha melayani pembeli, tapi kalau bertemu turis yang tidak masuk akal, sulit untuk tidak kesal," tegasnya.
Namun salah satu turis dalam rombongan tersebut, Shanice, membantah tudingan itu. Ia menyatakan tidak ada yang menekan buah saat di lapak itu. Menurutnya, salah satu bibinya hanya menanyakan harga buah rambutan dan penjual itu angsung merespons dengan nada ketus.
"Saya merasa sikapnya tidak bisa diterima, jadi saya merekam video tersebut untuk bukti dan mengunggahnya," ujarnya. Meski mengalami kejadian kurang menyenangkan, Shanice menuturkan bahwa pengalamannya itu tidak merusak kesannya terhadap negara Singapura.
"Ini negara yang indah dan bersih," pungkasnya, seraya berterima kasih kepada pria yang mencoba menengahi pertikaian tersebut.









