Baru-baru ini ada penemuan menarik di sebuah dinding di Pompeii. Para ahli menemukan sebuah surat cinta berusia 2.000 tahun, ilustrasi adegan pertarungan gladiator, serta beragam penemuan dinding lain.
Penemuan ini dianggap sebagai grafiti pada zamannya. Tulisan-tulisan yang ditemukan juga mencakup kisah-kisah tentang kehidupan sehari-hari, acara olahraga, dan banyak hal lain. Tulisan-tulisan tersebut diukir di lorong yang menghubungkan distrik teater Pompeii ke salah satu jalan utamanya.
Dinding itu digali lebih dari 230 tahun yang lalu, tetapi sekitar 300 prasasti yang terukir di dalamnya tetap tersembunyi hingga teknologi akhirnya memungkinkan para peneliti untuk mengidentifikasinya.
Isi Surat Cinta di Dinding di Pompeii
"Aku sedang terburu-buru; hati-hati, Sava-ku, pastikan kau mencintaiku!" demikian bunyi salah satu prasasti yang muncul kembali di dinding.
Pompeii dahulu merupakan kota Romawi yang ramai di wilayah yang sekarang menjadi Italia selatan. Pompeii terkubur di bawah tumpukan abu vulkanik dan batu apung setelah letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M.
Peristiwa dahsyat itu membuat daerah tersebut membeku dalam waktu. Kini Pompeii menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi daya tarik wisata populer serta sumber eksplorasi arkeologi.
Proyek untuk mengungkap tulisan-tulisan tersebut merupakan bagian dari misi Corridor Rumors, yang dipimpin oleh Louis Autin dan Éloïse Letellier-Taillefer, dari Universitas Sorbonne di Paris, dan Marie-Adeline Le Guennec dari Universitas Quebec di Montreal, yang berkolaborasi dengan Taman Arkeologi Pompeii. Dalam dua gelombang penelitian yang dilakukan pada 2022 dan pada 2025, para peneliti menggunakan berbagai teknik arkeologi dan pencitraan terkomputerisasi untuk memunculkan kembali pesan-pesan yang hilang.
"Teknologi adalah kunci yang membuka ruangan-ruangan baru di dunia kuno, dan kita juga harus berbagi ruangan-ruangan itu dengan publik," kata direktur taman arkeologi, Gabriel Zuchtriegel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CBS News.
"Kami sedang mengerjakan proyek untuk melindungi dan meningkatkan kualitas tulisan, yang berjumlah lebih dari 10.000 di seluruh Pompeii, sebuah warisan yang sangat besar. Hanya penggunaan teknologi yang dapat menjamin masa depan bagi semua kenangan kehidupan yang dijalani di Pompeii ini," ungkapnya.







