Tribunjogja.com Yogyakarta -- Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026) memicu serangkaian bencana hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi itu merupakan dampak dari cuaca ekstrem mulai hujan lebat dan angin kencang yang mengabitkan tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan, seperti dilaporkan terjadi di Kabupaten Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Bantul.
Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY per pukul 18.00 WIB, Kulon Progo menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak.
Di Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem melanda tiga kemantren: Kraton, Ngampilan, dan Gondokusuman.
Data untuk Kabupaten Sleman masih dalam proses input. BPBD DIY menekankan bahwa laporan ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Waspada hingga 19 Februari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY merilis prakiraan cuaca harian untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 17–19 Februari 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih akan melanda sejumlah wilayah, disertai gelombang laut kategori sedang.
Prakiraan Cuaca Harian
Selasa, 17 Februari 2026
Potensi hujan sedang–lebat di Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian utara dan selatan, Kulon Progo bagian utara dan selatan, serta Bantul bagian selatan.
Tinggi gelombang laut: 1,25–2,5 meter (kategori sedang).
Rabu, 18 Februari 2026
Hujan sedang–lebat diprediksi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman bagian utara, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Tinggi gelombang laut: 1,25–2,5 meter (kategori sedang).
Kamis, 19 Februari 2026
Potensi hujan ringan–sedang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara dan selatan, Bantul bagian selatan, serta Gunungkidul.
Tinggi gelombang laut: 1,25–2,5 meter (kategori sedang).
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, S.Si., M.Kom, menjelaskan bahwa prospek cuaca ini dipengaruhi oleh beberapa faktor:
Suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa relatif hangat (26–30 °C), dengan anomali -0,5 hingga 0,0 °C.
Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.
Konvergensi angin dari Sumatra bagian selatan hingga Jawa bagian barat memicu pengumpulan massa udara di Pulau Jawa.
Kelembapan udara vertikal pada ketinggian 1,0–3,0 km mencapai 68–97 persen, mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY. (Tribunjogja.com/Han/Rif)
• Cuaca Ekstrem Melanda DIY, 4 Wilayah Terdampak Tanah Longsor dan Kerusakan Infrastruktur