Arti Crab Mentality dalam Bahasa Gaul dan Bahasa Melayu Riau serta dalam Dunia Kerja dan Contoh
Nolpitos Hendri February 16, 2026 10:29 PM

Baca juga: Arti Kata Crab Mentality atau Crab Mentality Artinya dan Ciri-ciri, Contoh, Dampak, Cara Mengatasi

Kata atau istilah crab mentality ini sudah sering digunakan kaula muda dalam bahasa formal dan bahasa pergaulan di Riau, baik di media sosial maupun di dunia nyata.

Bagi para kaula muda Pekanbaru atau kaula muda Riau umumnya yang ingin menggunakan kata ini sebagai bahasa dalam pergaulan, simak penjelasannya agar paham artinya dan lawan bicara tidak salah paham.

Secara bahasa atau secara harfiah, crab mentality merupakan bahasa Inggris dan dalam bahasa Indonesia, arti kata crab mentality adalah mental kepiting atau mentalitas kepiting.

A. Arti Crab Mentality dalam Bahasa Gaul

Secara bahasa, arti crab mentality dalam Bahasa Gaul adalah mental kepitiing atau mentalitas kepiting.

Secara istilah, arti crab mentality dalam Bahasa Gaul adalah sikap negatif seseorang atau sekelompok orang yang tidak suka melihat orang lain maju atau sukses.

Crab mentality, atau mentalitas kepiting, menggambarkan orang-orang yang berusaha menghambat atau merendahkan keberhasilan orang lain, bahkan jika hal itu tidak menguntungkan mereka secara langsung.

Diibaratkan seperti kepiting dalam ember, ketika satu kepiting mencoba memanjat keluar, kepiting lain akan menariknya ke bawah, sehingga tidak ada yang bisa keluar.

Sederhananya, crab mentality berarti jika saya tidak bisa memilikinya, maka kamu juga tidak boleh.

Secara konotasi, arti crab mentality dalam Bahasa Gaul adalah sikap nggak suka ngeliat orang lain sukses, maunya semua sama-sama susah.

Contoh : 

- Alah, dia menang lomba? Palingan juga jurinya kenal dia, nggak usah bangga gitu deh! (Meremehkan pencapaian orang lain)

- Ngapain sih sok-sokan mau buka usaha? Mendingan kerja kayak kita-kita aja, nggak ribet. (Menghalangi kemajuan orang lain)

- Dia dapet pacar cakep? Pasti oplas tuh, mana ada yang mau sama dia aslinya. (Mencari-cari kesalahan orang lain)

Contoh Kalimat:

- Udah deh, nggak usah dengerin si A, dia mah emang crab mentality, nggak suka ngeliat orang seneng.

- Gue males temenan sama dia, crab mentality banget, dikit-dikit nyinyir.

B. Arti Crab Mentality dalam Bahasa Melayu Riau

Secara bahasa, arti crab mentality dalam Bahasa Melayu Riau adalah mentaliti kepiting atau mental kepiting.

Secara istilah, arti crab mentality dalam Bahasa Melayu Riau adalah sikap atau mentaliti orang yang tidak senang melihat orang lain mencapai kejayaan atau kemajuan.

Crab mentality ini diibaratkan seperti sekumpulan kepiting di dalam sebuah timba.

Apabila seekor kepiting cuba memanjat keluar dari timba tersebut, kepiting-kepiting lain akan menariknya ke bawah, sehingga tiada seekor pun yang berjaya meloloskan diri.

Dalam konteks manusia, ia bermaksud orang yang mempunyai mentaliti ini akan cuba menghalang atau menyabotaj usaha orang lain untuk berjaya, kerana mereka tidak mahu ketinggalan atau merasa iri hati.

Sikap ini boleh menghalang perkembangan individu dan juga masyarakat secara keseluruhan, kerana ia mewujudkan persekitaran yang tidak menyokong dan penuh dengan persaingan negatif.

Contoh crab mentality dalam Bahasa Melayu Riau adalah sikap yang tak senang kalau melihat orang lain berjaya, maunya semua sama-sama susah atau ketinggalan.

Contoh:

- Alah, dia dapat kerja bagus? Mesti ada orang dalam yang bantu, bukan karena pandai sangat pun. (Meremehkan pencapaian orang lain)

- Tak payah lah berangan nak sambung belajar tinggi-tinggi. Buang duit saja, ujung-ujungnya jadi pengangguran juga. (Menghalangi kemajuan orang lain)

- Dia tu memang berlagak sikit sejak kaya. Dulu sama-sama susah, sekarang dah lupa kawan. (Menjauhkan diri dari orang yang sukses)

Contoh kalimat : 

- Jangan dihiraukan cakap si B, dia tu memang crab mentality, tak senang melihat orang lain senang.

- Susah nak maju kalau dikelilingi orang yang crab mentality, asyik nak menarik kita ke bawah saja.

C. Arti Crab Mentality dalam Dunia Kerja

Secara harfiah, arti crab mentality dalam dunia kerja adalah mentalitas kepiting atau mental kepiting.

Secara istilah, arti crab mentality dalam dunia kerja adalah sikap negatif ketika seseorang atau sekelompok orang berusaha menghambat kesuksesan orang lain.

Alih-alih mendukung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, mereka yang memiliki mentalitas ini justru merasa iri atau tidak senang melihat rekan kerja meraih pencapaian yang lebih tinggi.

Berikut contoh bagaimana crab mentality dapat muncul di lingkungan kerja :

- Meremehkan pencapaian: Ketika seorang rekan kerja mendapatkan promosi atau penghargaan, orang dengan crab mentality mungkin meremehkan pencapaian tersebut atau mencari-cari alasan untuk mengecilkan keberhasilannya. Contohnya, mengatakan bahwa promosi itu didapatkan karena koneksi atau keberuntungan, bukan karena kemampuan.

- Menghalangi kemajuan: Orang dengan mentalitas ini mungkin sengaja tidak memberikan informasi penting, menyebarkan gosip, atau melakukan tindakan sabotase lainnya untuk menghambat kemajuan rekan kerja.

- Menciptakan persaingan tidak sehat: Alih-alih berkolaborasi, mereka lebih fokus untuk menjatuhkan orang lain agar terlihat lebih baik. Hal ini dapat merusak kerja sama tim dan menciptakan lingkungan kerja yang toksik.

- Menolak ide atau kontribusi: Ketika seseorang memberikan ide atau saran yang bagus, orang dengan crab mentality mungkin menolaknya atau mengkritiknya hanya karena tidak ingin orang tersebut mendapatkan pengakuan.

Dampak dari crab mentality di dunia kerja sangatlah negatif.

Selain menghambat perkembangan individu, mentalitas ini juga dapat menurunkan produktivitas tim, merusak moral karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda crab mentality dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya, baik pada tingkat individu maupun organisasi.

Berikut contoh crab mentality di dunia kerja : 

1. Menyembunyikan Informasi Penting:

- Situasi: Seorang karyawan bernama Andi memiliki informasi penting tentang proyek yang sedang dikerjakan tim. Karena merasa iri dengan rekan kerjanya, Budi, yang berpotensi mendapatkan pujian atas keberhasilan proyek tersebut, Andi sengaja tidak membagikan informasi itu kepada Budi.

- Dampak: Budi kesulitan menyelesaikan tugasnya dengan baik, proyek terhambat, dan Andi merasa senang karena Budi tidak bisa bersinar.

2. Meremehkan Ide Rekan Kerja:

- Situasi: Dalam rapat tim, seorang karyawan bernama Citra mengusulkan ide inovatif untuk meningkatkan efisiensi kerja. Namun, Dedi, yang merasa terancam dengan ide tersebut, langsung meremehkannya dengan mengatakan, Ah, ide kamu terlalu rumit dan tidak realistis. Lebih baik kita tetap menggunakan cara yang lama saja.

- Dampak: Ide Citra tidak pernah dipertimbangkan, potensi peningkatan efisiensi kerja hilang, dan Citra merasa down serta tidak termotivasi untuk memberikan ide lagi.

3. Menggosipkan Rekan Kerja:

- Situasi: Eva merasa iri dengan keberhasilan Fani yang baru saja dipromosikan menjadi manajer. Eva mulai menyebarkan gosip negatif tentang Fani kepada rekan-rekan kerjanya, mengatakan bahwa Fani mendapatkan promosi itu karena menjilat atasan atau memiliki hubungan khusus dengan orang penting di perusahaan.

- Dampak: Reputasi Fani tercemar, hubungannya dengan rekan kerja menjadi tegang, dan Fani merasa tidak nyaman serta tertekan di tempat kerja.

4. Tidak Memberikan Dukungan atau Bantuan:

- Situasi: Gani sedang kesulitan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh atasan. Hani, yang sebenarnya memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk membantu Gani, sengaja tidak menawarkan bantuan karena merasa senang melihat Gani kesulitan.

- Dampak: Gani tidak bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu, kinerjanya dinilai buruk, dan Hani merasa puas karena Gani gagal.

5. Mencuri Ide Rekan Kerja:

- Situasi: Intan memiliki ide brilian untuk kampanye pemasaran baru. Jaka, yang mendengar ide tersebut secara tidak sengaja, mencuri ide Intan dan mempresentasikannya kepada atasan seolah-olah itu adalah idenya sendiri.

- Dampak: Jaka mendapatkan pujian dan pengakuan atas ide tersebut, sementara Intan merasa sakit hati dan tidak dihargai.

6. Sengaja Melakukan Sabotase:

- Situasi: Kiki merasa iri dengan rekan kerjanya, Lita, yang selalu mendapatkan proyek-proyek besar. Kiki kemudian sengaja menghapus beberapa file penting yang dibutuhkan Lita untuk menyelesaikan proyeknya.

- Dampak: Lita gagal menyelesaikan proyek tepat waktu, kehilangan kepercayaan dari atasan, dan Kiki merasa senang karena Lita mengalami kesulitan.

Contoh-contoh di atas menggambarkan bagaimana crab mentality dapat merusak lingkungan kerja dan menghambat kesuksesan individu maupun tim.

Penting bagi setiap orang untuk menyadari perilaku ini dan berusaha untuk menghindarinya, serta menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau

Demikian penjelasan tentang arti crab mentality dalam Bahasa Gaul dan arti crab mentality dalam Bahasa Melayu Riau serta arti crab mentality dalam dunia kerja hingga contoh crab mentality dalam dunia kerja .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.