TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Salah satu kegiatan unik santri Pondok Pesantren Lirboyo asal Kota Kediri, Jawa Timur saat Ramadan adalah Safari Dakwah yang menyentuh pelosok-pelosok negeri.
Tahun ini, dari 3.001 delegasi yang dikirim untuk menyebarkan dakwah ke seluruh penjuru Nusantara, 50 di antaranya dikirim menyeberangi lautan Jepara menuju pulau Karimunjawa.
Mereka ditugaskan untuk menjalankan misi dakwah berbekal ilmu pengetahuan agama yang telah didapatkan selama belajar di pondok pesantren.
50 santri yang bertugas berdakwah di Karimunjawa dilepas Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Pengurus Cabang Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Jepara di Pendopo R.A Kartini pada, Minggu (15/2/2026).
Mereka sedianya sudah bisa memulai kegiatan sejak hari ini, Senin (16/2/2026) hingga Ramadan selesai.
Ketua LIM Cabang Jepara, Ahmad Hasanuddin menyampaikan, Safari Dakwah Ramadan merupakan program khusus yang digalakkan Pondok Pesantren Lirboyo rutin setiap tahun.
Mereka adalah santri yang sebentar lagi menyelesaikan studinya atau mengajinya di pondok pesantren. Setelahnya bersiap mengabdi kepada masyarakat dengan beban moral yang lebih menantang di tengah-tengah lingkungan masyarakat.
"Program ini memberikan santri tugas untuk mengabdi ke masyarakat. Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri terdapat sebanyak 850 delegasi, dari total 3.001 delegasi," terangnya.
Hasanuddin menyebut, secara nasional terdapat dua kabupaten yang mengirimkan delegasinya untuk berdakwah menyeberangi pulau. Selain Karimunjawa, beberapa delegasi juga dikirim ke Kepulauan Seribu.
Dia berharap kebersamaan dalam menjalankan misi dakwah ini terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang. Tidak hanya di Karimunjawa, juga di berbagai daerah di Nusantara.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyebut, Karimunjawa termasuk satu destinasi wisata andalan Jepara. Setiap tahunnya menyedot puluhan ribu wisatawan domestik juga mancanegara.
Bupati menyebut, 50 santri dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri diberangkatkan untuk melaksanakan Safari Dakwah Ramadan di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari misi mulia dalam memasyarakatkan pesantren dan memesantrenkan masyarakat. Sekaligus selaras dengan visi pembangunan Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (Mulus).
Kata dia, pembangunan tidak cukup dalam bentuk beton dan aspal. Masyarakat juga membutuhkan pembangunan dalam hal rohani, karakter, dan ketahanan sosial masyarakat.
"Di sinilah peran santri menjadi sangat strategis dalam menyebarkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Santri menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah dalam hal karakter generasi muda. Tumbuhkan optimisme, tanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan cinta tanah air. Karena pembangunan ekonomi tanpa pondasi moral akan rapuh," tutur bupati. (Sam)