Diplomasi Tanpa Batas Libatkan 220 Pemuda dari 25 Negara, Angkat Isu Plastik hingga Keamanan Artik
Eko Sutriyanto February 16, 2026 11:31 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Di tengah dinamika global yang kian kompleks, generasi muda membuktikan bahwa sekat geografis bukan lagi penghalang untuk berkolaborasi.

Melalui seri ke-27 Asia Youth International Model United Nations Virtual Conference (AYIMUN VC) yang berlangsung pada 14-15 Februari 2026, sebanyak 220 delegasi dari 25 negara berkumpul secara virtual untuk merumuskan solusi atas krisis dunia.

Diselenggarakan oleh International Global Network (IGN), konferensi ini bukan sekadar simulasi sidang PBB biasa, melainkan dirancang sebagai tempat bertemunya ide-ide inovatif, negosiasi yang bertanggung jawab, serta penguatan aksi kolektif antar-perspektif.

Presiden IGN, Muhammad Fahrizal, dalam pidato pembukaannya menekankan pentingnya kapasitas intelektual delegasi dalam menghadapi tantangan zaman.

“Sebagai delegasi AYIMUN, kalian akan berpikir secara strategis, bernegosiasi secara bertanggung jawab, dan berkolaborasi lintas perspektif. Jadikan konferensi ini tempat di mana solusi praktis lahir dan aksi kolektif diperkuat,” tegas Fahrizal.

Baca juga: Komdigi: Video PBB Resmikan IKN adalah Hoaks

Diskusi dalam AYIMUN VC ke-27 terbagi ke dalam empat dewan (council) yang fokus pada isu-isu mendesak:

UNEP: Membahas penanganan sampah plastik sekali pakai dan pengurangan "Benua Plastik" di lautan.
WHO: Menyoroti dampak polusi udara dan limbah industri terhadap kesehatan publik.
UNESCO: Membangun ketahanan iklim dalam upaya pengentasan kemiskinan.
NATO: Membedah kompetisi strategis dan keamanan lingkungan di wilayah Arktik yang mulai mencair.

Kualitas diskusi dijaga ketat oleh para chair atau fasilitator berpengalaman dari berbagai negara, seperti Clothilde Jeanne Mazurier (Prancis), Gyuri Kim (Korea Selatan), hingga talenta muda Indonesia seperti Nehemia Satya Kamandaka S. dan M. Arsyad Aufa Rafiqi.

Sejak awal pembentukannya, AYIMUN telah mengukuhkan posisi sebagai konferensi Model United Nations terbesar di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan data internal organisasi, AYIMUN telah mencetak lebih dari 110.287 alumni dari 180 negara.

Format virtual yang rutin diadakan setiap dua bulan sekali ini menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan diplomasi. Dengan teknologi digital, pelajar yang memiliki kendala logistik tetap bisa mendapatkan pengalaman global yang setara dengan konferensi tatap muka.

Keberlanjutan program ini akan diteruskan pada 4-5 April 2026 dengan tema “Innovating for Impact: Empowering Youth to Lead Sustainable and Inclusive Global Change”.

Beberapa topik menarik yang sudah disiapkan untuk edisi mendatang meliputi penghapusan diskriminasi rasial dan gender (UNESCO), penyalahgunaan obat resep (WHO), dampak konflik bersenjata terhadap hak anak (UNICEF), hingga isu panas mengenai pencegahan persenjataan berbasis Kecerdasan Buatan atau AI (DISEC).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.