Polisi Singapura Bebaskan Usai Tewaskan Anak Asal Indonesia, KBRI Janji Kawal Ketat
Refly Permana February 16, 2026 11:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Sheyna Lashira Smaradiani (6), bocah asal Indonesia, meninggal dunia diduga tertabrak mobil yang dikendarai sorang wanita pada 6 Februari 2026.

Kabar terbaru, atas insiden yang terjadi di dekat Budha Tooth Relic Temple, Singapura itu, pengemudi mobil yang sempat ditahan kini sudah dilepaskan polisi Singapura.

Mengutip Kompas.com Senn (16/2/2026), Kepolisian Singapura (Singapore Police Force/SPF) masih menyelidiki kasus tersebut. 

Pengemudi mobil telah ditangkap pada hari kejadian.

Baca juga: Kronologi Bocah 6 Tahun WNI Ditabrak Mobil saat Liburan di Singapura, Ayah Nangis Peluk Tubuh Anak

Ia diduga mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar hingga menyebabkan kematian. 

Namun, kabar terbaru, wanita itu dilaporkan telah dibebaskan dengan jaminan sesuai hukum yang berlaku di Singapura. 

Menanggapi itu, KBRI menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian Singapura untuk memantau perkembangan penyelidikan.

KBRI juga telah menyediakan bantuan hukum secara cuma-cuma (pro bono) bagi keluarga korban sehingga tidak ada biaya hukum yang harus ditanggung. 

Terkait biaya medis, pihak KBRI masih menjajaki berbagai opsi bantuan dan solusi yang memungkinkan.

Ibu Korban Masih Dirawat, Syok dan Trauma

Raisha Anindra Pascasiswi (31) ikut tertabrak, hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Juru Bicara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura sekaligus Deputy Chief of Mission, Thomas Ardian Siregar, mengatakan Ashar yang merupakan suami Raisha saat ini dalam kondisi sangat terpukul secara emosional. 

Baca juga: Tewaskan Bocah WNI, Wanita Singapura Bikin Pengakuan Bak tak Bersalah, Tetap Ditahan Polisi

“Secara fisik ia terlihat baik-baik saja, tetapi secara emosional sangat terguncang. Secara psikologis, ini masih sangat sulit baginya untuk menerima,” ujar Thomas kepada CNA, Senin (16/2/2026). 

Ashar disebut beberapa kali harus menghentikan percakapan karena kesulitan menahan emosi. 

Ia juga memilih menolak wawancara media.

Sementara itu, Raisha masih menjalani perawatan di High Dependency Unit (HDU) Singapore General Hospital (SGH). 

Meski sudah bisa berkomunikasi, kondisinya masih lemah akibat luka yang cukup parah.

Untuk mendampingi korban, KBRI Singapura menyediakan tempat tinggal sementara bagi Ashar di Wisma Duta atau Kediaman Duta Besar RI di Singapura. 

Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, mengizinkan Ashar tinggal sementara di kediaman tersebut agar KBRI dapat dengan mudah memberikan bantuan jika dibutuhkan. 

Selain itu, jaringan hotel Ascott juga menawarkan akomodasi gratis sebagai bentuk dukungan selama masa sulit ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.