Di Tengah Ketegangan dengan Iran, AS Tambah Persediaan Bom Penghancur Bunker GBU-57 MOP dari Boeing
Muhammad TaufiqRahman February 16, 2026 11:42 PM

- Amerika Serikat (AS) menandatangani kontrak langsung dengan Boeing untuk menambah persediaan bom penghancur bunker GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP).

Bom jenis tersebut pernah digunakan Pentagon untuk menyerang fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

Dikutip dari Jerusalem Post pada Senin (16/2/2026), Angkatan Udara AS menyebut pengadaan bom penghancur bunker perlu dilakukan.

Tujuannya untuk mengisi kembali persediaan di gudang senjata AS.

Boeing adalah satu-satunya perusahaan yang memproduksi bom penghancur bunker GBU-57 MOP.

Senjata ini dirancang untuk menetralisir target keras dan terkubur di dalam.

Mulai dari laboratorium bawah tanah, pusat komando, hingga fasilitas kimia, biologi, dan nuklir.

Lembar fakta Angkatan Udara menggambarkan bom ini sebagai sistem senjata yang dirancang untuk menyelesaikan misi yang rumit.

Bom penghancur bunker GBU-57 MOP memiliki berat 13,6 ton dengan hulu ledak 2,6 ton.

Jika dijatuhkan dapat menembus tanah sedalam 60 meter atau 18 meter untuk beton bertulang.

Kemampuan ini menjadikan GBU-57 MOP sebagai bom non-nuklir paling kuat di gudang senjata AS.

Pada Juni 2025, bom tersebut dijatuhkan ke fasilitas nuklir Iran seperti Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Diperlukan tujuh pesawat pengebom B-2 Spirit untuk menjatuhkan 14 bom penghancur bunker ke lokasi-lokasi tersebut.

AS mengklaim serangan berhasil, sementara Iran bersikeras cadangan uranium yang diperkaya tetap aman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.