Arti Boundaries dalam Hubungan Pertemanan, Aspek, Contoh, Guna, Tanda, Cara Menetapkan Boundaries
Nolpitos Hendri February 17, 2026 12:29 AM

Baca juga: Arti Kata Infidelity atau Artinya, Ciri, Jenis, Contoh, Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi Infidelity

Kata atau istilah boundaries ini sudah sering digunakan kaula muda dalam bahasa formal dan bahasa pergaulan di Riau, baik di media sosial maupun di dunia nyata.

Bagi para kaula muda Pekanbaru atau kaula muda Riau umumnya yang ingin menggunakan kata ini sebagai bahasa dalam pergaulan, simak penjelasannya agar paham artinya dan lawan bicara tidak salah paham.

Secara bahasa atau secara harfiah, boundaries merupakan bahasa inggris dan dalam bahasa Indonesia, arti kata boundaries atau boundaries artinya adalah batasan.

Dalam konteks hubungan interpersonal dan psikologi, arti kata boundaries atau boundaries artinya adalah garis batas yang kita tetapkan untuk memisahkan diri kita dari orang lain.

Batasan ini bisa bersifat fisik, emosional, mental, atau seksual, dan berfungsi untuk melindungi kesejahteraan kita, menjaga harga diri, serta menentukan bagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain.

Secara bahasa, arti boundaries dalam Bahasa Gaul adalah batasan; atau aturan main; atau garis demarkasi; atau area pribadi; atau privasi; atau urusan gue; atau hak gue; atau batas wajar; atau jangan kelewatan.

Secara bahasa, arti boundaries dalam Bahasa Melayu Riau adalah sempadan atau batasan.

Secara istilah, arti boundaries dalam hubungan romantis adalah pedoman atau batasan yang ditetapkan oleh setiap individu dalam hubungan tersebut untuk menentukan perilaku apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima.

A. Arti Boundaries dalam Hubungan Pertemanan

Secara istilah, arti boundaries dalam hubungan pertemanan adalah pedoman atau batasan yang ditetapkan oleh individu dalam persahabatan untuk menentukan perilaku apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dari teman-teman mereka.

Batasan ini membantu menjaga kesehatan, rasa hormat, dan kesejahteraan masing-masing teman, serta memastikan persahabatan yang seimbang dan saling mendukung.

Boundaries yang sehat didasarkan pada rasa hormat, kejujuran, dan komunikasi yang terbuka.

Menetapkan dan mempertahankan boundaries merupakan proses yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen dari kedua belah pihak.

Jika Anda kesulitan menetapkan atau mempertahankan boundaries dalam hubungan pertemanan Anda, penting untuk berkomunikasi secara terbuka dengan teman Anda dan mencari bantuan jika diperlukan.

Ingatlah bahwa menetapkan boundaries merupakan tindakan perawatan diri dan penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan Anda dalam hubungan pertemanan.

B. Aspek Boundaries dalam Hubungan Pertemanan

Berikut aspek boundaries dalam hubungan pertemanan : 

1. Emosional:

- Menetapkan batasan tentang seberapa banyak Anda bersedia berbagi tentang perasaan dan masalah pribadi Anda.

- Tidak merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan teman Anda, dan sebaliknya.

- Menghormati perasaan teman Anda, bahkan jika Anda tidak setuju.

- Tidak membiarkan diri Anda dimanipulasi atau dikendalikan secara emosional oleh teman Anda.

- Menetapkan batasan tentang seberapa banyak Anda bersedia menerima kritik atau saran dari teman Anda.

2. Waktu:

- Menetapkan batasan tentang seberapa banyak waktu yang Anda habiskan dengan teman Anda.

- Memiliki waktu untuk diri sendiri dan mengejar minat dan hobi Anda di luar persahabatan.

- Tidak merasa berkewajiban untuk selalu tersedia untuk teman Anda.

- Menetapkan batasan tentang kapan Anda bersedia untuk dihubungi oleh teman Anda.

3. Finansial:

- Menetapkan batasan tentang bagaimana Anda akan berbagi biaya saat melakukan kegiatan bersama.

- Tidak membiarkan diri Anda dimanfaatkan secara finansial oleh teman Anda.

- Menetapkan batasan tentang seberapa banyak uang yang bersedia Anda pinjamkan atau berikan kepada teman Anda.

4. Fisik:

- Menetapkan batasan tentang sentuhan, ruang pribadi, dan kenyamanan fisik.

- Menghormati ruang pribadi teman Anda.

- Tidak membiarkan diri Anda disentuh atau diperlakukan secara fisik yang tidak nyaman.

5. Sosial:

- Menetapkan batasan tentang seberapa banyak Anda bersedia berbagi tentang persahabatan Anda dengan orang lain.

- Menghormati hubungan teman Anda dengan orang lain.

- Tidak membiarkan teman Anda mengisolasi Anda dari teman dan keluarga Anda yang lain.

- Menetapkan batasan tentang bagaimana Anda dan teman Anda akan saling mendukung di depan umum.

6. Kepentingan dan Aktivitas:

- Menetapkan batasan tentang seberapa banyak Anda bersedia terlibat dalam minat dan aktivitas teman Anda.

- Memiliki hak untuk memiliki minat dan aktivitas sendiri di luar persahabatan.

- Tidak merasa berkewajiban untuk selalu menyukai atau mendukung semua minat dan aktivitas teman Anda.

C. Contoh Boundaries dalam Hubungan Pertemanan

Berikut contoh boundaries dalam hubungan pertemanan yang sehat dan tidak sehat :

1. Boundaries Emosional:

a. Sehat:

- Bertanggung jawab atas perasaan sendiri: Aku merasa kecewa ketika kamu membatalkan rencana kita di menit terakhir. Aku perlu kamu menghormati waktuku. (Bukannya menyalahkan: Kamu selalu mengecewakanku!)

- Tidak bertanggung jawab atas perasaan teman: Aku mengerti kamu sedang sedih, tapi aku tidak bisa selalu menjadi terapis emosionalmu.

- Menetapkan batasan tentang berbagi: Aku nyaman membicarakan tentang pekerjaanku, tapi aku tidak ingin membicarakan tentang masalah keluargaku.

- Menolak manipulasi: Aku sayang kamu sebagai teman, tapi aku tidak akan berbohong untukmu.

b. Tidak Sehat:

- Menyalahkan teman atas perasaan: Kamu membuatku merasa bodoh!

- Merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan teman: Aku harus selalu membuatmu senang, kalau tidak, aku adalah teman yang buruk.

- Berbagi terlalu banyak terlalu cepat: Menceritakan detail trauma masa kecil di pertemuan pertama.

- Mengalah pada manipulasi: Melakukan sesuatu yang tidak nyaman hanya karena teman merajuk atau mengancam.

2. Boundaries Waktu:

a. Sehat:

- Menetapkan waktu untuk diri sendiri: Aku tidak bisa pergi denganmu malam ini, aku butuh waktu sendiri untuk bersantai.

- Menghormati komitmen lain: Aku tidak bisa membantumu pindahan hari Sabtu, aku sudah janji untuk membantu keluargaku.

- Menetapkan batasan tentang seberapa sering bertemu: Aku suka menghabiskan waktu denganmu, tapi aku juga perlu waktu untuk mengejar hobiku.

b. Tidak Sehat:

- Selalu tersedia untuk teman: Mengabaikan kebutuhan dan komitmen sendiri untuk selalu ada untuk teman.

- Merasa bersalah karena meluangkan waktu untuk diri sendiri: Merasa egois karena tidak selalu bersama teman.

- Teman menuntut seluruh waktu Anda: Mengontrol jadwal Anda dan melarang Anda menghabiskan waktu dengan orang lain.

3. Boundaries Material/Finansial:

a. Sehat:

- Menetapkan batasan tentang meminjamkan uang: Aku bisa meminjamkanmu sedikit uang, tapi aku butuh kamu mengembalikannya tepat waktu.

- Menolak memberikan pinjaman jika tidak mampu: Maaf, aku tidak bisa meminjamkanmu uang sekarang, aku sedang ketat keuangan.

- Menetapkan batasan tentang berbagi biaya: Kita bisa pergi makan malam, tapi aku hanya bisa membayar bagianku.

b. Tidak Sehat:

- Merasa tertekan untuk meminjamkan uang: Meminjamkan uang yang tidak mampu atau merasa tidak nyaman dengannya.

- Teman memanfaatkan Anda secara finansial: Selalu meminta Anda untuk membayar atau meminjamkan uang tanpa niat untuk mengembalikan.

- Tidak membahas keuangan: Menghindari pembicaraan tentang uang dan membiarkan salah satu pihak selalu membayar.

4. Boundaries Sosial:

a. Sehat:

- Memilih dengan siapa Anda ingin bergaul: Aku tidak nyaman dengan teman-teman barumu, jadi aku tidak akan ikut denganmu malam ini.

- Menetapkan batasan tentang informasi yang dibagikan: Aku tidak nyaman membicarakan masalah pribadiku dengan orang lain.

- Menghormati pilihan teman: Aku tidak setuju dengan keputusanmu, tapi aku menghormatinya.

b. Tidak Sehat:

- Merasa tertekan untuk bergaul dengan orang yang tidak Anda sukai: Mengikuti teman Anda ke acara-acara yang tidak Anda nikmati.

- Berbagi terlalu banyak informasi tentang teman Anda dengan orang lain: Menggosipkan teman Anda atau menceritakan rahasia mereka.

- Mencoba mengendalikan pilihan teman Anda: Memberi tahu teman Anda apa yang harus dilakukan atau dengan siapa mereka harus bergaul.

5. Boundaries Fisik:

a. Sehat:

- Menentukan tingkat sentuhan yang nyaman: Aku suka berpelukan, tapi aku tidak nyaman dengan sentuhan yang lebih intim.

- Menghormati ruang pribadi: Aku butuh sedikit ruang saat ini, bisakah kita bicara nanti?

- Menolak aktivitas yang tidak nyaman: Aku tidak ingin melakukan aktivitas itu, tapi aku akan senang melakukan hal lain bersamamu.

b. Tidak Sehat:

- Membiarkan teman menyentuh Anda tanpa izin: Merasa tidak nyaman tetapi tidak mengatakan apa pun.

- Tidak memiliki ruang pribadi: Teman selalu menuntut perhatian dan tidak mengizinkan Anda sendirian.

- Merasa tertekan untuk melakukan aktivitas yang tidak Anda sukai: Mengalah pada tekanan teman meskipun tidak nyaman.

6. Boundaries Digital:

a. Sehat:

- Menetapkan batasan tentang seberapa sering Anda membalas pesan: Aku akan mencoba membalas pesanmu secepatnya, tapi aku tidak selalu bisa langsung menjawab.

- Menghormati privasi online: Aku tidak akan memposting foto Anda tanpa izin Anda.

- Menetapkan batasan tentang apa yang Anda bagikan di media sosial: Aku tidak nyaman membicarakan masalah pribadiku di media sosial.

b. Tidak Sehat:

- Merasa berkewajiban untuk selalu membalas pesan teman: Mengesampingkan segalanya untuk selalu tersedia.

- Melanggar privasi online teman: Memposting foto atau informasi pribadi teman tanpa izin mereka.

- Menggunakan media sosial untuk memanipulasi atau mengendalikan teman: Membuat postingan yang bermaksud membuat teman merasa bersalah atau cemburu.

D. Pentingnya Boundaries dalam Hubungan Pertemanan

Berikut pentingnya boundaries dalam hubungan pertemanan : 

1. Menjaga Kesehatan Mental dan Emosional: Boundaries membantu Anda untuk menjaga kesehatan mental dan emosional Anda dengan melindungi Anda dari stres, manipulasi, dan tuntutan yang berlebihan.

2. Meningkatkan Rasa Hormat: Boundaries menunjukkan bahwa Anda menghargai diri sendiri dan mengharapkan orang lain untuk menghormati Anda.

3. Meningkatkan Komunikasi: Boundaries yang jelas membantu Anda untuk berkomunikasi secara efektif dengan teman Anda tentang kebutuhan dan harapan Anda.

4. Membangun Kepercayaan: Boundaries yang konsisten membangun kepercayaan dan rasa aman dalam persahabatan.

5. Menciptakan Persahabatan yang Seimbang: Boundaries membantu untuk menciptakan persahabatan yang seimbang di mana kedua teman merasa dihargai dan didukung.

6. Mencegah Kebencian: Boundaries membantu untuk mencegah kebencian dengan memastikan bahwa kedua teman merasa nyaman dan dihormati.

7. Meningkatkan Kepuasan dalam Persahabatan: Boundaries yang sehat dapat meningkatkan kepuasan dalam persahabatan dengan menciptakan rasa saling pengertian dan penghargaan.

E. Tanda-Tanda Boundaries Tidak Sehat dalam Hubungan Pertemanan

Berikut tanda-tanda boundaries tidak sehat dalam hubungan pertemanan : 

1. Kesulitan Mengatakan Tidak: Merasa sulit atau bersalah saat mengatakan tidak terhadap permintaan teman Anda.

2. Merasa Bertanggung Jawab atas Kebahagiaan Teman Anda: Merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan atau emosi teman Anda.

3. Membiarkan Teman Anda Melanggar Ruang Pribadi Anda: Membiarkan teman Anda menyentuh Anda tanpa izin atau memasuki ruang pribadi Anda tanpa undangan.

4. Mengabaikan Kebutuhan Sendiri: Mengabaikan kebutuhan dan keinginan sendiri demi memenuhi kebutuhan teman Anda.

5. Merasa Dikendalikan atau Dimanipulasi: Merasa bahwa teman Anda mengendalikan atau memanipulasi Anda.

6. Merasa Bersalah Saat Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri: Merasa bersalah saat meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda nikmati di luar persahabatan.

7. Mudah Dipengaruhi: Mudah dipengaruhi oleh pendapat atau keinginan teman Anda.

8. Sering Merasa Dimanfaatkan: Sering merasa bahwa teman Anda memanfaatkan Anda.

9. Menghindari Konflik dengan Segala Cara: Menghindari konflik dengan mengalah atau mengabaikan masalah.

10. Merasa Tidak Dihargai atau Tidak Didukung: Merasa bahwa Anda tidak dihargai atau tidak didukung oleh teman Anda.

F. Cara Menetapkan Boundaries Sehat dalam Hubungan Pertemanan

Berikut cara menetapkan boundaries sehat dalam hubungan pertemanan : 

1. Kenali Diri Sendiri: Pahami nilai-nilai, kebutuhan, dan batasan Anda.

2. Komunikasikan dengan Jelas: Sampaikan batasan Anda kepada teman Anda dengan jelas, tegas, dan hormat.

3. Konsisten: Konsisten dalam menegakkan batasan Anda.

4. Bersikap Tegas: Bersikap tegas dalam menyampaikan dan menegakkan batasan Anda, tetapi tetaplah sopan dan hormat.

5. Jangan Merasa Bersalah: Jangan merasa bersalah saat menetapkan atau menegakkan batasan Anda. Anda berhak untuk melindungi diri sendiri.

6. Bersiaplah untuk Konsekuensi: Bersiaplah untuk kemungkinan konsekuensi jika teman Anda tidak menghormati batasan Anda.

7. Cari Dukungan: Jika Anda kesulitan menetapkan atau mempertahankan batasan, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari terapis atau konselor.

8. Evaluasi Kembali Secara Teratur: Evaluasi kembali batasan Anda secara teratur untuk memastikan bahwa mereka masih relevan dan efektif.

9. Fokus pada Solusi, Bukan Menyalahkan: Ketika ada pelanggaran batasan, fokuslah pada mencari solusi bersama daripada menyalahkan satu sama lain.

10. Pilihlah Teman dengan Bijak: Berhati-hatilah dalam memilih teman dan carilah orang-orang yang menghormati batasan Anda dan mendukung kesejahteraan Anda.

11. Belajar untuk Memaafkan: Belajar untuk memaafkan teman Anda jika mereka membuat kesalahan, tetapi jangan biarkan mereka terus-menerus melanggar batasan Anda.

12. Bersiaplah untuk Mengakhiri Persahabatan: Jika seorang teman terus-menerus melanggar batasan Anda dan tidak bersedia untuk berubah, mungkin perlu untuk mengakhiri persahabatan tersebut.

13. Menetapkan dan mempertahankan boundaries dalam hubungan pertemanan adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen dari kedua belah pihak. Dengan komunikasi yang terbuka, rasa hormat, dan kesediaan untuk bekerja sama, Anda dapat menciptakan persahabatan yang sehat, bahagia, dan saling mendukung.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau

Demikian penjelasan tentang arti boundaries dalam hubungan pertemanan dan aspek boundaries dalam hubungan pertemanan serta contoh boundaries dalam hubungan pertemanan hingga pentingnya boundaries dalam hubungan pertemanan dan tanda-tanda boundaries tidak sehat dalam hubungan pertemanan termasuk cara menetapkan boundaries sehat dalam hubungan pertemanan .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.