TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kista pada ginjal merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi fungsi ginjal dalam menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Meski sebagian kasus tidak berbahaya, memahami penyebab hingga cara penanganannya penting agar risiko komplikasi bisa dicegah sejak awal.
Kista ginjal adalah kantung berisi cairan berbentuk bulat yang muncul di dalam atau di permukaan ginjal.
Dalam beberapa kondisi, kista dapat berkaitan dengan gangguan serius yang memengaruhi kerja ginjal.
Namun yang paling umum terjadi adalah kista ginjal sederhana, yaitu kista non-kanker yang jarang menimbulkan komplikasi.
Biasanya hanya satu kista yang muncul pada permukaan ginjal, tetapi pada sebagian orang bisa muncul beberapa kista di satu atau kedua ginjal.
Kondisi ini berbeda dengan kista yang terjadi akibat penyakit ginjal polikistik, yang bersifat genetik dan lebih serius.
Kista ginjal sederhana sering ditemukan secara tidak sengaja saat seseorang menjalani pemeriksaan pencitraan untuk penyakit lain, seperti USG atau CT scan.
Jika tidak menimbulkan gejala, biasanya kista tidak memerlukan pengobatan khusus dan hanya dipantau secara berkala.
• Bolehkah Tidur Setelah Sahur? Ini Penjelasan Dokter dan Dampaknya bagi Kesehatan
Namun jika ukuran kista membesar, beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain:
Jika gejala tersebut terjadi, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan penanganan terbaik.
Minum air putih cukup untuk membantu ginjal membuang racun.
Batasi konsumsi garam dan makanan olahan agar tekanan darah tetap stabil.
Rutin berolahraga untuk menjaga berat badan ideal.
Hindari merokok dan alkohol berlebihan.
Periksa kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki riwayat penyakit ginjal atau diabetes.
Tetap terhidrasi
Minum banyak cairan akan membantu ginjal berfungsi dengan baik. Urine harus berwarna seperti jerami. Jika lebih gelap, itu mungkin tanda dehidrasi.
Saat cuaca panas, saat bepergian di negara panas atau saat berolahraga berat, kita perlu minum lebih banyak air dari biasanya untuk mengganti cairan yang hilang karena berkeringat.
Makan dengan sehat
Diet seimbang memastikan kita mendapatkan semua vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Makan banyak buah dan sayuran, dan biji-bijian seperti pasta gandum, roti dan nasi. Jangan makan terlalu banyak makanan asin atau berlemak.
Perhatikan tekanan darah
Periksakan tekanan darah secara teratur. Tekanan darah tinggi tidak memiliki gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko masalah ginjal dan jantung.
Kita bisa mendapatkan pemeriksaan tekanan darah sederhana, cepat dan tanpa rasa sakit secara gratis di operasi GP dan banyak apotek terkenal.
Jika tekanan darah lebih tinggi dari yang seharusnya, dokter umum dapat menyarankan perubahan gaya hidup.
Jika perlu, meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah. Tekanan darah yang ideal dianggap antara 90 / 60mmHg dan 120 / 80mmHg.
Jangan merokok dan batasi konsumsi alkohol
Cobalah berhenti merokok sepenuhnya dan batasi jumlah alkohol yang diminum. Baik pria maupun wanita disarankan untuk tidak minum lebih dari 14 unit alkohol seminggu secara teratur.
Minum terlalu banyak alkohol dan merokok sama-sama meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi adalah salah satu penyebab paling umum dari penyakit ginjal.
Jaga berat badan untuk membantu ginjal
Menjadi terlalu berat meningkatkan tekanan darah, yang berdampak buruk bagi ginjal. Cobalah untuk menjaga berat badan tetap sehat dengan tetap aktif dan tidak makan berlebihan.
Indeks massa tubuh (BMI) kita adalah cara yang berguna untuk memeriksa apakah memiliki berat badan yang sehat. Kita dapat menggunakan kalkulator berat badan sehat untuk menghitung BMI.
Cobalah untuk setidaknya 150 menit latihan intensitas sedang, seperti berjalan kaki, bersepeda atau berenang, setiap minggu.(*)