Ratusan Rumah di Pamarican Ciamis Kembali Terendam Banjir, 164 Warga Mengungsi
Kemal Setia Permana February 17, 2026 01:11 AM

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Banjir kembali menerjang wilayah Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (16/2/2026) sore, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak siang hari.

Sebanyak 164 warga terpaksa mengungsi akibat luapan Sungai Citalahab yang merendam ratusan rumah.

Data sementara dari BPBD Ciamis mencatat, sebanyak 90 jiwa mengungsi di masjid dan 74 jiwa lainnya ditampung di madrasah setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain Desa Bangunsari, banjir juga berdampak ke wilayah lain yakni Desa Sukahurip.

Di Desa Bangunsari tepatnya Dusun Kubangpari tercatat 260 rumah terendam, sementara di Desa Sukahurip sebanyak 36 rumah terdampak genangan air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan banjir bandang ini merupakan dampak lanjutan dari jebolnya tanggul sebelumnya.

Baca juga: Munggahan dan Imlek, Harga Ayam Broiler di Pasar Manis Ciamis Naik Jadi Rp43–48 Ribu per Kg

“Banjir bandang ini merupakan terusan dari kasus tanggul jebol sebelumnya. Meski sudah dibangun TPT untuk menutup tanggul, namun belum mampu menahan derasnya arus Sungai Citalahab, sehingga air kembali meluap dan menggenangi permukiman warga,” ujarnya.

Air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 14.00 dan merendam sedikitnya 10 RT di Dusun Kubangpari.

Sementara untuk kerugian material masih dalam proses pendataan.

Adapun kebutuhan mendesak para pengungsi di antaranya terpal, kidware, sembako, family kit, perlengkapan anak, serta kebutuhan dasar lainnya.

Baca juga: Ratchaburi FC Mulai Was-was, Demi Hadapi Persib Rela Korbankan Hal Krusial di Kompetisi Lokal

Upaya penanganan terus dilakukan oleh berbagai pihak. Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat bersama unsur gabungan seperti Tagana, BPBD, aparat kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta relawan.

“Kami terus melakukan asesmen, koordinasi dengan Muspika Kecamatan, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat segera terpenuhi,” kata Ani.

Saat ini kondisi di lokasi masih dalam penanganan petugas, sementara warga terdampak tetap berada di lokasi pengungsian sambil menunggu situasi benar-benar aman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.