TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dandim 1617/Jembrana, Letkol Infantri Sy. Gafur Thalib meninjau pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Mendoyo, Bali, Selasa 17 Februari 2026.
Hal ini untuk memastikan proses pengerjaan proyek fisik tersebut tetap terjaga dan mengutamakan kualitas terbaik.
Di lokasi pembangunan, Dandim yang juga Dansatgas TMMD ke-127 tersebut juga langsung memeriksa secara detail komposisi material dan ketebalan rabat beton sepanjang 1.373 meter yang menghubungkan Desa Yeh Embang Kauh dengan Desa Penyaringan di Kecamatan Mendoyo.
"Kami ingin memastikan semangat anggota tidak kendor dan yang terpenting adalah spesifikasi teknis tetap terjaga. Kita membangun ini untuk rakyat, maka kualitasnya harus yang terbaik agar masa pakai jalan ini bisa lama dinikmati warga," ujar Letkol Gafur di sela-sela peninjauannya.
Baca juga: Bupati Kembang Soroti Anggaran dengan Skema TMMD, Rilis ke-127 di Mendoyo Wujud Nyata Bangun Negeri
Menurutnya, karena kondisi geografis yang ekstrem, tim pelaksanaan di lapangan diharapkan untuk menerapkan strategi dengan pengerjaan dari titik terjauh.
Tujuannya agar pengangkutan material tidak terhambat oleh beton yang masih basah di bagian depan jalur.
"Kami memilih strategi 'tancap gas' dari ujung jalur. Ini adalah titik tersulit karena akses logistiknya paling jauh. Jika titik tersulit sudah teratasi, sisa pengerjaan ke arah depan akan jauh lebih mudah dan cepat," tegas Dansatgas.
Letkol Gafur berharap, pembangunan jalan penghubung dua desa ini bisa menjadi solusi warga setempat.
Sebab, selama ini warga diketahui kesulitan membawa hasil bumi akibat akses jalan yang rusak.
"Satgas optimis infrastruktur ini akan tuntas tepat waktu dan segera dapat memutar roda ekonomi di pelosok Jembrana," tandasnya.